BPOM Temukan Ratusan Takjil Berbahaya Selama Ramadan 2026
Sumber Foto: detikHealth
Lifestyle

BPOM Temukan Ratusan Takjil Berbahaya Selama Ramadan 2026

Jurnal Indonesia - Ditulis oleh:

Mhd. Aldrian, S.Gz

Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.

Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan ratusan takjil yang tidak memenuhi standar keamanan pangan selama pengawasan makanan Ramadan 2026. Dari ribuan sampel yang diperiksa di berbagai daerah di Indonesia, sebagian di antaranya terbukti mengandung bahan kimia berbahaya yang seharusnya tidak digunakan pada makanan.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menyebut pemeriksaan dilakukan terhadap 5.447 sampel takjil dari 2.407 pedagang di 513 lokasi di seluruh Indonesia. Hasilnya, 108 sampel dinyatakan tidak memenuhi ketentuan karena mengandung zat berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, hingga methanil yellow.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggunaan bahan kimia berbahaya pada makanan masih menjadi masalah yang terus berulang setiap Ramadan. Zat-zat tersebut melanggar aturan keamanan pangan karena dapat menimbulkan risiko kesehatan serius jika dikonsumsi dalam jangka panjang.