Khofifah: Bansos Jatim Dorong Pengentasan Kemiskinan di Mojokerto
Jurnal Indonesia - Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis penyaluran bantuan sosial Pemerintah Provinsi Jatim senilai Rp5,008 miliar di Kabupaten Mojokerto dapat mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial berbasis data terpadu.
"Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mempercepat pengentasan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan sosial melalui pendekatan lintas sektoral dan spasial berbasis data terpadu," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Ia menegaskan perlindungan sosial yang adaptif harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat dan penguatan kemandirian desa.
"Kami sangat berharap, bantuan ini tepat sasaran dan tepat manfaat. Artinya, semoga bantuan ini benar-benar sampai kepada yang berhak dan bisa digunakan sesuai kebutuhan," ujarnya.
Dari total bantuan Rp5.008.400.000 tersebut, rincian program yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) Plus sebesar Rp2.766.000.000 untuk 1.383 keluarga penerima manfaat.
Selain itu, bantuan sosial bagi penyandang disabilitas atau Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) diberikan kepada 97 jiwa dengan total Rp349.200.000.
Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan Kartu Indonesia Pintar Program Penanganan Kemiskinan dan Stunting (KIP PPKS) Jawara sebesar Rp36.000.000 bagi 12 penerima manfaat, serta bantuan Permakaman Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia kepada 10 orang dengan total Rp45.750.000.
Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) dan tali asih bagi pilar sosial Jawa Timur yang meliputi sumber daya manusia (SDM) PKH Plus, Pendamping Disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) juga disalurkan sebesar Rp282.000.000 kepada 137 orang.
Khofifah berpesan agar seluruh bantuan dimanfaatkan secara bijak dan optimal untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat kemandirian ekonomi, serta menumbuhkan semangat kewirausahaan.
" Matur nuwun panjenengan semua bisa hadir disini hari ini. Juga kepada seluruh pilar sosial Jawa Timur, terima kasih atas dedikasi dan kerja yang luar biasa. Semoga bermanfaat dan memberi berkah kepada kita semua," pesannya.
Selain bansos reguler, turut disalurkan zakat produktif dari badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur sebesar Rp25.000.000 kepada 50 penerima manfaat sebagai stimulus penguatan usaha ekonomi masyarakat.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Jatim juga menyerahkan bantuan keuangan pemberdayaan desa melalui sejumlah perangkat daerah.
Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jatim, disalurkan bantuan badan usaha milik desa (BUMDesa) kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, bantuan Desa Berdaya kepada dua desa sebesar Rp200.000.000, serta Program Jatim Puspa kepada dua desa senilai Rp349.450.000.
Selain itu, terdapat bantuan keuangan desa dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga sebesar Rp250.000.000, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebesar Rp200.000.000, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar Rp350.000.000.
"Adapula bantuan keuangan yang sifatnya pemberdayaan desa. Yang biasanya dari Dinas PMD, hari ini kita mendapat tambahan dari Dinas PU Bina Marga dan Disbudpar dan Dinas Pertanian Jatim," ucapnya.
Khofifah menegaskan seluruh ikhtiar tersebut merupakan bagian dari upaya membangun bantalan sosial dan ekonomi yang kokoh bagi masyarakat Jatim.
"Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu, sehingga secara bertahap mereka dapat mandiri secara ekonomi," ujarnya.




