Impor Indonesia dari China Meningkat, Barang-Barang AS Menurun
Sumber Foto: CNBC Indonesia
Catatan Indonesia

Impor Indonesia dari China Meningkat, Barang-Barang AS Menurun

Jurnal Indonesia - Impor Indonesia pada Januari 2026 mengalami pertumbuhan pesat sebesar 18,21%, dengan total nilai mencapai US$ 21,20 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh dominasi barang impor dari China yang meningkat, sementara nilai impor dari Amerika Serikat justru mengalami penurunan.

Awal Kejadian

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor dari China pada Januari 2026 tercatat mencapai US$ 7,89 miliar, yang merupakan 43,75% dari total impor Indonesia. Kenaikan ini sebesar 24,39% dibandingkan dengan Januari 2025 yang hanya sebesar US$ 6,34 miliar.

Perkembangan

Barang utama yang diimpor dari China terdiri dari mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya senilai US$ 1,84 miliar, mesin atau peralatan mekanis dan bagiannya US$ 1,71 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$ 438,28 juta. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa impor dari China terutama didominasi oleh mesin dan perlengkapan elektrik.

Posisi kedua dalam daftar negara asal impor adalah Australia, dengan nilai mencapai US$ 1,07 miliar, meningkat 125,92% dibandingkan Januari 2025. Barang utama yang diimpor dari Australia adalah logam mulai dan perhiasan atau permata senilai US$ 507,59 juta, serealia US$ 157,75 juta, dan bahan bakar mineral US$ 77,92 juta. Sementara itu, impor dari Jepang pada Januari 2026 tercatat sebesar US$ 950 juta, turun 17,89% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi Terakhir

Nilai impor dari Amerika Serikat menurun signifikan, mencapai US$ 703,8 juta pada Januari 2026, yang membuatnya turun ke posisi keempat dalam daftar negara asal impor Indonesia. Penurunan ini sebesar 22,48% dibandingkan dengan Januari 2025 yang mencapai US$ 763,7 juta.