Festival When We Were Young Hiatus, Kembali pada 2027
Jurnal Indonesia - JAKARTA - Kabar mengejutkan datang bagi para pencinta genre emo dan pop-punk di seluruh dunia. When We Were Young (WWWY) secara resmi mengonfirmasi bahwa ajang tahunan yang berlokasi di Las Vegas, Amerika Serikat, tidak akan digelar tahun ini.
Sejak debutnya pada tahun 2022, When We Were Young telah menjadi kiblat bagi nostalgia musik 2000-an. Selama empat tahun berturut, ribuan penggemar memadati Las Vegas setiap bulan Oktober untuk menyaksikan reuni band-band besar.
Namun, melalui pernyataan resmi di media sosial, pihak penyelenggara menekankan bahwa hiatus ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah langkah strategis untuk penyegaran.
"Setelah perjalanan yang tak terlupakan di Las Vegas, kami memutuskan untuk meliburkan diri pada tahun 2026 untuk memberikan perhatian yang layak bagi festival ini dan memastikan apa yang hadir berikutnya terasa sama istimewanya dengan yang sebelumnya," tulis pihak penyelenggara, mengutip keterangan unggahan, Senin, 2 Maret.
Mereka menambahkan sebuah pesan emosional bagi para penggemar setia, "Terima kasih telah hadir dengan sepenuh hati setiap tahun. Ini bukan perpisahan, ini hanya jeda. Sampai jumpa di tahun 2027."
Keputusan ini tergolong berani mengingat kesuksesan besar yang diraih pada edisi sebelumnya.
Pada tahun 2025, panggung WWWY menjadi saksi bisu reuni bersejarah Panic! At The Disco yang membawakan album “A Fever You Can't Sweat Out” secara utuh dalam rangka ulang tahun ke-20 mereka.
Belum lagi penampilan band-band lain seperti All Time Low, My Chemical Romance, hingga Simple Plan yang selalu berhasil menjual habis tiket dalam hitungan jam.
Meskipun WWWY absen di 2026, para penggemar di Las Vegas tidak sepenuhnya kehilangan hiburan. Sebagai gantinya, festival Sick New World dipastikan tetap berjalan dengan tajuk yang masif.
Ketidakhadiran When We Were Young pada 2026 diprediksi akan membuat antusiasme penggemar memuncak saat festival ini kembali digelar pada Oktober 2027.
Jeda satu tahun ini diharapkan mampu memberikan ruang bagi musik emo dan pop-punk untuk kembali muncul ke permukaan di tahun selanjutnya.




