Berbuka Puasa: Pentingnya Makan Perlahan dan Seimbang
Sumber Foto: Liputan6.com
Lifestyle

Berbuka Puasa: Pentingnya Makan Perlahan dan Seimbang

Jurnal Indonesia - Liputan6.com, Jakarta - Saat buka puasa tidak disarankan makan dalam jumlah besar dan cepat-cepat seperti disarankan praktisi kebugaran dan konsultan diet sehat Muhammad Isman.

Makan banyak dan cepat akan membuat tubuh kaget usai perut dikosongkan seharian, sehingga makan banyak dan cepat akan membuat tubuh kaget. Alih-alih menjadi sehat, pencernaan malah bermasalah.

"Saat berbuka, minumlah air putih seteguk demi seteguk. Tujuanya untuk menyeimbangkan kadar asam lambung yang mungkin meningkat saat kita berpuasa. Setelah dahaga hilang dan perut mulai terasa nyaman, makanlah makanan yang manis agar tenaga cepat pulih," ujarnya dicuplik dari laman Percikan Iman Bandung, Jumat (13/3/2026).

Isman mengatakan saat berbuka puasa sangat dianjurkan makanan yang manis (takjil) bersumber dari buah-buahan seperti kurma, buah yang manis, gula merah, dan sejenisnya. Hindari mengonsumsi gula pasir, gula putih, atau pemanis buatan.

Isman menganjurkan selesai takjil, segeralah Salat Maghrib. Gerakan salat yang halus dapat melenturkan otot-otot pencernaan sehingga membantu proses pencernaan makanan nantinya.

"Setelah itu, makanlah dengan komposisi 1/3 piring nasi, 1/3 piring lauk, dan 1/3 piring sayuran. Jika masih terasa lapar dan perlu tambah, maka tambahkan lauk atau sayurannya saja. Bahkan, banyak ahli gizi yang menyarankan agar saat makan malam sebaiknya mengonsumsi sayur dan ikan," terang Isman.

Usai sistem pencernaan dalam tubuh beradaptasi dengan hidangan buka puasa yang telah dikonsumsi itu, Isman menyebut selepas pukul 02.00 dini hari, lambung sudah siap kembali memainkan perannya.

Pada kisaran waktu tersebut dapat mengonsumsi makanan yang banyak, atau tepatnya saat sahur.

"Ngemil, makan makanan favorit, atau makan dengan porsi besar, silakan dilakukan pada jam ini hingga waktu imsak (batas waktu makan sahur) tiba," sebut Isman.

Kondisi Pencernaan Usai Buka Puasa

Pada waktu antara pukul 20.00-02.00, merupakan saat ketika lambung beristirahat dan tibalah giliran usus besar dan usus kecil bekerja secara maksimal.

Artinya, makanan yang dikonsumsi, baik waktu sahur maupun di waktu buka, secara maksimal akan dicerna, diserap, dan didistribusikan ke seluruh bagian tubuh, bahkan hingga ke sel terkecil sekalipun.

"Mekanisme pencernaan ini memerlukan energi yang besar, sehingga sangat disarankan kita beristirahat agar fokus energi yang dipakai tidak terganggu. Sebaiknya kita menghentikan aktivitas berat saat mekanisme ini terjadi, termasuk menghentikan makan," ungkap Isman.

Pada periode waktu tersebut kegiatan yang cocok dilakukan yakni tidur, berzikir, mengkaji Al-Qur'an, membaca buku, menyimak tausiyah, atau sekadar berbincang ringan.

Meski telah berpuasa seharian, Isman menegaskan mekanisme ini tidak akan berubah karena telah diatur oleh sensor pada otak yang bernama SCN.

"Sensor ini bereaksi terhadap pergantian siang dan malam, serta isyarat yang dihasilkannya akan menentukan bagaimana mekanisme tubuh ini bekerja. Salah satunya adalah optimasi pencernaan makanan sebagaimana saya jelaskan," tutur Isman.

Sehingga, tubuh praktisnya hanya punya waktu satu sampai satu jam setengah untuk makan malam saat buka puasa. Karena, sebelum pukul 20.00 seluruh kegiatan makan harus sudah dihentikan, kecuali minum air putih.

Tinjauan dari Segi Agama

Isman menerangkan Rasulullah SAW menyuruh setiap muslim untuk memasukan makanan di saat yang tepat. Besarnya makanan yang dimakan tentu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Namun yang jelas, makanan tersebut harus cukup memenuhi kebutuhan energi selama berpuasa, sehingga ibadah yang dilakukan di waktu puasa tetap berjalan maksimal.

"Makan secukupnya ketika berbuka akan membuat gairah ibadah sahur kita meningkat. Dengan demikian, persediaan nutrisi untuk menunjang aktivitas selama puasa dapat tetap terjaga. Pola makan seperti inilah yang membuat kita punya tenaga yang cukup dan semangat tinggi untuk meningkatkan ibadah saat puasa," tutur Isman.

Dengan penjelasan dari praktisi kebugaran tersebut, sudah saatnya seseorang menghentikan hasrat untuk makan banyak biasanya muncul ketika berbuka puasa. Selain guna memperlancar aktivitas ibadah selain berpuasa, juga untuk menjaga kesehatan tubuh.