Catatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H: Cash is The King
Sumber Foto: Infobanknews
Catatan Indonesia

Catatan Hari Raya Idul Fitri 1447 H: Cash is The King

Jurnal Indonesia - Lebaran telah tiba, namun masyarakat dihadapkan pada tantangan ekonomi yang memerlukan perhatian serius. Euforia Hari Raya diiringi dengan ancaman inflasi dan tekanan pada daya beli akibat kondisi geopolitik yang tidak stabil, terutama dampak dari konflik Iran dan Israel.

Awal Kejadian

Perang antara Iran dan Israel bukan sekadar konflik militer biasa, melainkan berpotensi mengganggu suplai minyak global. Indonesia, meskipun tidak terlibat langsung, akan merasakan dampak dari lonjakan harga minyak mentah yang terjadi akibat ketegangan ini. Sebagai akibatnya, harga BBM di dalam negeri bisa mengalami kenaikan, yang akan berdampak langsung pada harga barang dan jasa.

Perkembangan

Saat harga BBM meningkat, akan ada efek domino yang membuat ongkos angkut naik, yang pada gilirannya akan memicu kenaikan harga bahan pokok. Selain itu, nilai tukar rupiah juga tertekan akibat ketidakpastian global. Rupiah diperkirakan dapat melemah lebih jauh, yang akan mengakibatkan inflasi impor di berbagai sektor, termasuk pangan dan barang elektronik. Dalam situasi ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam pengeluaran, terutama setelah menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Kondisi Terakhir

Pemerintah dihadapkan pada tekanan fiskal yang meningkat akibat pembengkakan anggaran untuk subsidi energi, sementara pendapatan negara diprediksi melambat. Masyarakat diharapkan untuk menghindari perilaku konsumtif pascalebaran dan lebih fokus pada likuiditas keuangan. Menyimpan uang tunai atau aset likuid menjadi penting untuk menghadapi potensi gejolak ekonomi di masa depan. Dalam situasi seperti ini, prinsip "Cash is The King" menjadi relevan untuk menjaga kestabilan finansial rumah tangga.