Zelensky Ungkap Kekhawatiran Terhadap Hubungan Trump dan Putin
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Zelensky Ungkap Kekhawatiran Terhadap Hubungan Trump dan Putin

KYIV, KOMPAS.com – Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa ia menaruh kepercayaan pada Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

Namun, pada saat yang sama, ia mengaku tidak memahami hubungan Trump dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Zelensky bahkan menyebut pendekatan Trump terhadap Putin terkadang terasa “menyakitkan”.

Meski begitu, ia tetap yakin Trump memiliki niat dan kemampuan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Percaya niat Trump akhiri perang

Lihat Foto

Dalam wawancara yang ditayangkan di kanal YouTube program Piers Morgan Uncensored pada Rabu (18/2/2026), Zelensky menegaskan kepercayaannya kepada Trump.

“Saya percaya kepadanya (Trump). Dia benar-benar ingin mengakhiri perang ini, dan saya percaya bahwa dia benar-benar bisa mengakhiri perang ini,” ujar Zelensky.

Meski demikian, ia mengaku tidak dapat menilai secara pasti hubungan pribadi Trump dengan Putin.

“Tapi saya tidak tahu, untuk berbicara tentang hubungannya dengan Putin,” tambahnya.

Zelensky mengatakan, ia tidak bisa “benar-benar menilai atau memahami” relasi tersebut dan menekankan bahwa hal itu bukan soal percaya atau tidak percaya.

“Mereka memiliki semacam relasi, saya yakin, dan itulah mengapa bagi saya, terkadang sangat, sangat menyakitkan bahwa sikapnya terhadap Putin kadang-kadang, bisa dibilang, lebih baik daripada yang layak diterima Putin,” kata Zelensky.

Upaya gencatan senjata

Sejak memulai masa jabatan keduanya, Trump terlibat komunikasi langsung dengan Putin dalam upaya mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II.

Keduanya beberapa kali melakukan panggilan telepon dan sempat bertemu di Alaska pada Oktober lalu, meski pembicaraan itu tidak menghasilkan kesepakatan damai.

Keterlibatan tersebut sempat menghasilkan gencatan senjata selama satu pekan awal tahun ini.

Namun, menurut laporan, Putin diduga melanggar kesepakatan itu hanya beberapa hari setelah diberlakukan, termasuk melalui serangan terhadap pembangkit energi Ukraina di tengah cuaca musim dingin yang sangat dingin.

Trump, bagaimanapun, menyatakan bahwa Putin “menepati janjinya” dan tidak melanggar ketentuan perjanjian tersebut.