Webinar Persagi Bojonegoro Bahas Implementasi Gizi Seimbang di Bulan Ramadhan
Suaradesa.co, Bojonegoro – GIZI menjadi fokus utama dalam webinar yang digelar Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Bojonegoro dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional ke-66 tahun 2026, Sabtu (21/02/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Implementasi Standar Gizi dan Diet Khusus pada Menu MBG serta Adaptasi Gizi Seimbang di Bulan Ramadhan”.
GIZI yang berkualitas dinilai menjadi tantangan sekaligus kebutuhan mendesak di tengah pelaksanaan Program Makan Bergizi (MBG). Webinar tersebut menghadirkan narasumber dr Karina Widowati, Jill Ayu Dewanti, serta Ketua Persagi Bojonegoro, Erni Ernawati.
Ketua Persagi Bojonegoro, Erni Ernawati mengatakan, tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini.
“Tema yang kita angkat hari ini, yaitu Implementasi Standar Gizi dan Diet Khusus pada Menu MBG serta Adaptasi Gizi Seimbang di Bulan Ramadhan, sangat relevan dengan tantangan gizi yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.
Program Makan Bergizi (MBG) merupakan upaya strategis pemerintah meningkatkan status gizi masyarakat
Namun dalam pelaksanaannya, diperlukan standar yang jelas, pengaturan diet khusus bagi kelompok dengan kebutuhan spesifik, serta penyesuaian menu dengan kondisi sosial budaya, termasuk saat bulan Ramadhan.
Ia menegaskan, tenaga profesional memiliki peran penting, tidak hanya dalam perencanaan menu, tetapi juga edukasi masyarakat, monitoring pelaksanaan program, hingga advokasi kebijakan berbasis bukti ilmiah.
Melalui webinar ini, Persagi Bojonegoro berharap peserta mampu memahami standar gizi pada menu Program MBG, mengetahui penerapan diet khusus bagi penerima manfaat, serta merancang menu seimbang yang adaptif selama bulan Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring dan kolaborasi antar tenaga gizi dan pemangku kepentingan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari momentum Hari Gizi Nasional ke-66 sebagai ajang refleksi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan gizi serta kontribusi profesi dietisien dan nutrisionis dalam pembangunan kesehatan masyarakat.
Seluruh peserta pun diajak mengikuti webinar secara aktif, berdiskusi, serta berbagi pengalaman agar ilmu yang diperoleh tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam praktik di lapangan.




