Urgensi Pengembangan Pabrik Jasa TIK di Indonesia
Sumber Foto: Kompasiana.com
Catatan Indonesia

Urgensi Pengembangan Pabrik Jasa TIK di Indonesia

Diskusi bersama Dr Abdul Malik, Direktur Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi dari Kementerian Ekonomi Kreatif, mengungkapkan pentingnya pengembangan pabrik jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia. Dalam wawancara tersebut, Dr Malik menekankan bahwa Indonesia perlu segera mengimplementasikan program sertifikasi global dan portofolio tender-ready untuk memperkuat industri layanan digital, alih-alih hanya menjadi konsumen.

Saat ini, meski banyak pelatihan dan seminar diadakan, keluhan dari pasar tetap ada. Vendor seringkali dianggap tidak rapi, dengan dokumentasi yang lemah dan proses audit yang rumit. Dr Malik menggarisbawahi bahwa yang dibutuhkan bukanlah seminar yang sekadar membagikan sertifikat, melainkan program yang berfokus pada pengembangan kemampuan untuk memenangkan kontrak dan menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Dia menyoroti pentingnya evidence atau bukti kerja dalam ekosistem layanan TIK. Bukti ini bukan hanya sekadar untuk kosmetik, melainkan menjadi jembatan kepercayaan antara penyedia jasa dan pasar. Dr Malik menjelaskan bahwa pasar, baik dari kalangan pemerintah, BUMN, maupun swasta, tidak akan membeli niat baik, tetapi hasil kerja yang terukur dan jelas.

"Kita sering membuat peserta pelatihan, tetapi jarang sekali menghasilkan penyedia jasa yang kompeten," tambahnya. Dengan kata lain, perubahan dari 'kelas' menuju 'kontrak' harus dilakukan untuk menciptakan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.

Dr Malik juga menyampaikan bahwa meskipun sertifikat penting sebagai standar eksternal, yang lebih esensial adalah bagaimana standar tersebut dapat diterjemahkan menjadi paket produk yang siap untuk ditenderkan. Hal ini sejalan dengan pandangan praktis yang berkembang di Kementerian Ekonomi Kreatif, di mana fokus utama adalah pada hasil yang konkret dan dapat diandalkan di industri TIK.

Dengan demikian, pengembangan pabrik jasa TIK di Indonesia menjadi sangat mendesak. Tanpa langkah nyata dalam membangun kapasitas dan infrastruktur yang memadai, Indonesia akan semakin tertinggal dalam persaingan global di sektor digital.