Tidur Berkualitas: Kunci Utama Cegah Penyakit Kronis
Jurnal Indonesia - Di tengah maraknya informasi mengenai pola makan sehat dan pentingnya olahraga, seorang dokter ahli genetika mengingatkan bahwa ada satu aspek kehidupan yang seringkali terabaikan namun memegang peranan paling krusial bagi kesehatan jangka panjang, yakni tidur.
Dokter Chang Chia-ming (張家銘) dari Taipei Veterans General Hospital menegaskan bahwa dalam urutan prioritas hidup, tidur harus menempati posisi pertama, bahkan di atas diet dan olahraga, karena proses vital yang terjadi di otak saat kita terlelap.
Dokter Chang Chia-ming menjelaskan bahwa saat manusia tertidur, otak tidak ikut beristirahat. Sebaliknya, otak justru bekerja keras melakukan proses pembersihan atau detoksifikasi.
Ruang antar sel otak akan membesar saat kita memasuki fase tidur nyenyak (deep sleep), memungkinkan cairan serebrospinal mengalir lebih lancar untuk menyapu bersih limbah metabolisme yang menumpuk sepanjang hari. Proses pembersihan ini sangat penting untuk menjaga lingkungan otak tetap stabil dan sehat.
Jika waktu tidur terus-menerus dipersingkat atau kualitas tidur buruk akibat sering terbangun, proses pembersihan ini akan terganggu. Akibatnya, limbah metabolisme akan perlahan menumpuk di otak, yang dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan kronis.
Dokter Chang Chia-ming menyoroti bahwa gangguan tidur seringkali menjadi sinyal paling awal dari adanya masalah pada sistem metabolisme saraf, sistem sirkulasi, sistem kekebalan, hingga mikrobiota usus.
Oleh karena itu, Dokter Chang Chia-ming menyimpulkan bahwa memprioritaskan tidur yang cukup dan berkualitas adalah sebuah investasi kesehatan yang tak ternilai.
"Ketika semua orang bersedia meluangkan waktu untuk tidur, itu berarti sedang berinvestasi untuk kesehatan jangka panjang," ujarnya.




