Tahun 2025: Rekor Tragis 16 Kecelakaan Pesawat yang Memakan Ratusan Korban Jiwa
Sumber Foto: CNBC Indonesia
Catatan Indonesia

Tahun 2025: Rekor Tragis 16 Kecelakaan Pesawat yang Memakan Ratusan Korban Jiwa

Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun 2025 menjadi tahun kelam bagi dunia penerbangan dengan terjadinya puluhan kecelakaan pesawat yang merenggut banyak nyawa. Meskipun transportasi udara dikenal sebagai salah satu moda transportasi teraman, insiden penerbangan yang fatal tetap terjadi. Banyak faktor yang mempengaruhi, termasuk kesalahan manusia, gangguan teknis, kondisi cuaca yang ekstrem, dan faktor eksternal lainnya.

Rangkuman Kecelakaan Pesawat di 2025

  • Kebakaran Pesawat Air Busan 391 - Pada 28 Januari, pesawat Airbus A321-200 milik Air Busan terbakar sebelum lepas landas di Bandara Internasional Gimhae, Korea Selatan, disebabkan oleh kerusakan baterai power bank di kompartemen bagasi. Tujuh orang mengalami luka, tetapi tidak ada korban jiwa.
  • Pesawat Light Air Services - Beechcraft 1900 - Pada 29 Januari, Beechcraft 1900D jatuh di Unity, Sudan Selatan, menewaskan 20 dari 21 penumpang.
  • Tabrakan Pesawat American Eagle 5342 - Pada 29 Januari, terjadi tabrakan antara pesawat Bombardier CRJ700 dan helikopter UH-60L Angkatan Darat AS di atas Sungai Potomac, menewaskan 64 orang di pesawat dan tiga di helikopter.
  • Med Jets 056 - Learjet 55 - Pada 31 Januari, Learjet 55 jatuh di Philadelphia, menewaskan seluruh penumpang dan satu orang di darat setelah menabrak beberapa bangunan.
  • Bering Air 445 - Cessna 208B Grand Caravan - Pada 6 Februari, pesawat Cessna hilang radar dan ditemukan jatuh di atas es pada 7 Februari, dengan seluruh penumpang dan kru dipastikan tewas.
  • Delta Connection 4819 - Bombardier CRJ-900 - Pada 17 Februari, pesawat terbalik saat mendarat di Toronto, Kanada, tetapi semua penumpang selamat meski 18 orang mengalami luka-luka.
  • Lanhsa 018 - BAe Jetstream 32 - Pada 17 Maret, pesawat jatuh ke laut setelah kehilangan kendali saat lepas landas, menewaskan 13 dari 18 orang di dalamnya.
  • Trident Aviation - DHC-5 Buffalo - Pada 22 Maret, pesawat kargo jatuh di dekat Mogadishu, Somalia, menewaskan lima orang di dalamnya.
  • Tropic Air 711 - Cessna 208B Grand Caravan EX - Pada 17 April, pesawat dibajak dan melakukan pendaratan darurat di Belize City, di mana tiga penumpang terluka.
  • Air Panamá 982 - Fokker 50 - Pada 16 Mei, pesawat keluar dari landasan saat mendarat, mengalami kerusakan serius tanpa korban jiwa.
  • Air India 171 - Boeing 787-8 - Pada 12 Juni, pesawat menabrak gedung setelah kehilangan daya dorong, menyebabkan 241 korban jiwa di dalam pesawat dan 19 di darat.
  • Sobrevoar - Balon udara - Pada 21 Juni, balon udara mengalami kebakaran sebelum jatuh, mengakibatkan delapan orang tewas.
  • Angara Airlines 2311 - Antonov An-24 - Pada 24 Juli, pesawat jatuh saat mendekati Tynda, Rusia, menewaskan seluruh 48 orang di dalamnya.
  • Emirates SkyCargo 9788 - Boeing 747-400BDSF - Pada 20 Oktober, pesawat keluar dari landasan pacu di Hong Kong, menewaskan dua petugas ground.
  • Mombasa Air Safari 203 - Cessna 208B Grand Caravan - Pada 28 Oktober, pesawat jatuh di Kenya, menewaskan seluruh 11 orang di dalamnya.
  • UPS Airlines 2976 - MD-11F - Pada 4 November, pesawat kargo jatuh setelah lepas landas, menyebabkan 14 korban jiwa dan 15 luka-luka.

Insiden-insiden tersebut menunjukkan bahwa meskipun penerbangan komersial secara umum aman, risiko tetap ada dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak terkait untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.