Remaja di Lampung Ubah TPU Jadi Arena Perang Petasan
Pada Kamis malam, TPU di Lampung berubah menjadi arena saling lempar petasan dan kembang api.
Oleh Ardi Munthe
Diterbitkan 20 Februari 2026, 14:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Perbesar
Tanya apapun tentang artikel ini...
Cari
Paling sering ditanyakan
Apa yang terjadi di TPU Pringsewu Selatan?
Mengapa aktivitas perang petasan ini dianggap berbahaya?
Bagaimana respons kepolisian terhadap insiden ini?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tempat pemakaman umum (TPU) Kelurahan Pringsewu Selatan, Provinsi Lampung, berubah menjadi arena perang petasan puluhan remaja. Polisi dikerahkan untuk berpatroli dan memantau area pemakaman sejak Jumat (20/2/2026) pagi.
Pada Kamis malam, lokasi tersebut sempat berubah menjadi arena saling lempar petasan dan kembang api. Dentuman keras dan kilatan cahaya memecah suasana malam serta memicu keresahan warga sekitar.
BACA JUGA: Ledakan Jelang Takbiran, Peracik Petasan di Grobogan Patah Tulang dan Alami Luka Bakar
Aksi itu dinilai membahayakan karena berpotensi menyebabkan kebakaran maupun cedera akibat ledakan.
Advertisement
Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora mengatakan, peristiwa itu terjadi di momentum Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan ibadah dan suasana kondusif.
“Kami ingin Ramadan berlangsung aman dan nyaman. Jangan sampai aktivitas petasan justru menimbulkan gangguan maupun konflik,” ujar Ramon, Jumat (20/2).
Polisi tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga pendekatan persuasif kepada para remaja yang kedapatan berkumpul di lokasi.
Mereka diberikan pembinaan serta diingatkan mengenai bahaya penggunaan petasan, baik dari sisi keselamatan maupun konsekuensi hukum.
Dia menegaskan, perang petasan berpotensi berkembang menjadi bentrokan antarkelompok jika tidak segera dicegah.
“Awalnya mungkin hanya iseng, tetapi bisa memicu perkelahian. Ini yang kami antisipasi sejak dini,” ungkapnya.
Polisi juga telah memetakan sejumlah titik rawan yang kerap dijadikan lokasi berkumpul remaja pada malam hingga menjelang sahur. Patroli akan ditingkatkan pada jam-jam rawan dengan melibatkan koordinasi bersama tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan.
Selain itu, Ramon memastikan akan menindak tegas penggunaan petasan berdaya ledak tinggi yang membahayakan keselamatan umum.
Warga setempat bernama Fikri mengungkapkan, perang petasan di area TPU bukan kali pertama terjadi. Hampir setiap Ramadan lokasi tersebut menjadi tempat berkumpul remaja, bahkan sebagian datang dari luar wilayah.
“Biasanya habis sahur. Suaranya cukup mengganggu, apalagi bagi lansia dan anak-anak kecil yang sedang istirahat,” ujarnya.
petasan
lampung
Sorot
Trending Terkini
Advertisement
Ardi Munthe, Yacob BillioctaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan




