Polisi Cianjur Larang Perang Sarung dan SOTR Selama Ramadan
Sumber Foto: Tempo.co
Internasional

Polisi Cianjur Larang Perang Sarung dan SOTR Selama Ramadan

KEPOLISIAN Resor Cianjur melarang kegiatan perang sarung selama bulan Ramadan. Para remaja diketahui kerap melakukan tradisi tersebut setelah melaksanakan salat tarawih pada malam hari.

Kepala Polres Cianjur Ajun Komisaris Besar Akhmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan kegiatan itu berpotensi mengganggu keamanan dan meresahkan masyarakat. "Yang awalnya sebagai tradisi justru kerap berkembang menjadi aksi yang membahayakan," ujarnya pada Jumat, 20 Februari 2026.

Alexander menyatakan kepolisian akan menggelar patroli untuk mencegah aksi perang sarung di lingkungan masyarakat. Petugas akan berpatroli setiap malam selama Ramadan.

Petugas akan menyasar kelompok remaja atau pemuda yang masih berkumpul hingga larut malam tanpa tujuan jelas. "Petugas akan langsung memberikan imbauan agar mereka segera kembali ke rumah," kata Alexander dalam keterangan tertulis.

Kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, mengawasi anak-anak dan tidak membiarkan mereka berada di luar rumah terlalu lama pada malam hari. Langkah ini bertujuan mencegah terjadinya perang sarung.

Alexander menyatakan kepolisian akan menindak tegas pelaku perang sarung, terutama jika tindakan mereka mengarah pada aksi kekerasan. "Apabila ditemukan adanya unsur pidana, para pelaku akan kami proses sesuai dengan ketentuan hukum," ujarnya.

Selain melarang perang sarung, kepolisian sebelumnya melarang kegiatan sahur di jalan atau sahur on the road (SOTR). Kepolisian setempat mengambil keputusan tersebut berdasarkan evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya, yang menunjukkan bahwa kegiatan SOTR kerap disalahgunakan.

Kapolrestabes Bandung Komisaris Besar Budi Sartono menilai kegiatan SOTR sering berubah menjadi konvoi kendaraan yang tidak tertib dan aksi berkendara ugal-ugalan. "Berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban," ujar Budi dalam keterangannya.

Pilihan Editor: Fenomena Perang Sarung Jelang Sahur Kian Marak