Polisi Amankan TPU Pringsewu dari Aksi Perang Petasan Selama Ramadan
Sumber Foto: IDN Times Lampung
Internasional

Polisi Amankan TPU Pringsewu dari Aksi Perang Petasan Selama Ramadan

1. Dibina persuasif

Ramon mengatakan, kegiatan patroli ditujukan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Pringsewu selama Ramadan 1447 Hijriah.

“Kami ingin Ramadan berjalan aman dan nyaman. Jangan sampai aktivitas petasan ini justru menimbulkan gangguan dan membahayakan,” tegasnya.

Selain penjagaan, ia melanjutkan, petugas turut pendekatan persuasif kepada para remaja berkumpul di lokasi setempat. Misalnya, pembinaan diberikan untuk mengingatkan bahaya petasan, baik dari sisi keselamatan maupun konsekuensi hukum.

“Langkah kami mengedepankan humanis. Anak-anak diberi pemahaman, agar tidak mengulangi perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” lanjut dia.

2. Petakan titik rawan dan giatkan patroli

Aktivitas perang petasan tidak bisa dianggap sekadar kenakalan remaja. Pasalnya, jika dibiarkan, kegiatan itu justru berpotensi berkembang menjadi konflik antarkelompok masyarakat.

Oleh karenanya, Ramon memastikan kepolisian telah memetakan sejumlah titik rawan dijadikan tempat berkumpul remaja pada malam hingga menjelang sahur. Termasuk meningkatkan kegiatan patroli pada jam-jam rawan dengan melibatkan koordinasi bersama tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua harus memastikan anak-anak tidak keluar rumah tanpa tujuan jelas, apalagi membawa petasan. Polisi memastikan akan menindak tegas, jika ditemukan penggunaan petasan berdaya ledak tinggi yang membahayakan keselamatan masyarakat," seru kapolsek.

3. Terjadi setiap Ramadan

Salah satu warga setempat, Fikri mengatakan, aksi perang petasan dan kembang api di area TPU Pringsewu Selatan kerap terjadi hampir setiap tahun saat ramadan. Menurutnya, remaja datang tidak hanya dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari desa lain.

“Suara petasan sangat mengganggu, terutama untuk orang tua dan anak kecil. Sudah sering ditegur, tapi biasanya hanya berhenti sebentar,” ucapnya.

Selain itu, ia turut mengapresiasi langkah cepat kepolisian langsung melakukan penjagaan setelah terjadi keributan. “Dengan patroli, setidaknya anak-anak jadi berpikir ulang untuk perang petasan lagi. Kami berharap lingkungan tetap aman dan nyaman selama Ramadan,” imbuhnya.