Pengadilan India Akui Hak Kaum Dalit atas Pemakaman Umum
Sumber Foto: ucanews.com
Hukum

Pengadilan India Akui Hak Kaum Dalit atas Pemakaman Umum

Jurnal Indonesia - Foto para relawan dan pekerja Kristen yang membersihkan makam di Pemakaman Kristen Ambala di India utara setelah pengadilan memulihkan hak pemakaman mereka pada Februari 2021. Menolak ruang pemakaman bagi kaum Dalit sama dengan mempraktikkan kasta tak tersentuh dan dapat mengundang tindakan pidana, demikian peringatan Pengadilan Tinggi Madras di Negara Bagian Tamil Nadu dalam putusannya pada 11 Februari. (Foto disediakan)

Tweet

T Larger | Smaller

Pengadilan tertinggi di Negara Bagian Tamil Nadu, India selatan, telah memutuskan bahwa menolak akses ke tempat pemakaman atau kremasi umum bagi orang-orang yang terpinggirkan sama dengan mempraktikkan kasta tak tersentuh dan dapat menjadi tindakan pidana.

Putusan Pengadilan Tinggi Madras pada 11 Februari, yang dipublikasikan pada 23 Februari, menyatakan bahwa mencegah anggota komunitas yang terpinggirkan, seperti kaum Dalit yang miskin secara sosial, untuk menggunakan tempat pemakaman atau kremasi umum “bukan hanya diskriminatif — tetapi juga sama dengan mempraktikkan kasta tak tersentuh dan dapat menjadi tindakan pidana.”

“Ini adalah putusan bersejarah dalam konteks praktik kasta tak tersentuh di negara bagian ini. Pemerintah dan para pejabat harus memperhatikan seruan pengadilan,” kata Pastor Z. Devasagaya Raj, mantan sekretaris Kantor Dalit dan Kelas Terbelakang Konferensi Waligereja India, kepada UCA News pada 26 Februari.

India melarang kasta tak tersentuh tahun 1950, menjadikannya kejahatan yang dapat dihukum, tetapi para pemimpin sosial mengatakan praktik tersebut dalam bentuk yang halus terus berlanjut di desa-desa.

Putusan Hakim V. Lakshminarayanan dikeluarkan dalam sengketa tanah di mana tiga petisi terpisah diajukan di Desa Karumandisellipalayam, Distrik Erode.

Petisi pertama menyatakan bahwa tanah publik yang disengketakan berfungsi sebagai jalur gerobak sapi yang menyediakan akses ke properti pribadinya dan menuduh bahwa beberapa individu mencoba mengubahnya menjadi tempat pemakaman.

Petisi kedua meminta pengakuan resmi tempat tersebut sebagai tempat pemakaman dan kremasi. Pemohon mengklaim bahwa beberapa individu tahun 2025 memindahkan batu nisan dan meratakan kuburan, menodai pemakaman tersebut.

Petisi ketiga meminta penggalian kembali jenazah yang dimakamkan di lokasi tersebut pada 21 Oktober 2025, dengan alasan bahwa pemakaman tidak seharusnya dilakukan di lahan yang secara resmi diklasifikasikan sebagai jalur untuk gerobak sapi.

Pengadilan memerintahkan penyelidikan terperinci. Terungkap meskipun lahan tersebut secara resmi ditandai sebagai jalur gerobak, sebagian darinya telah digunakan sebagai tempat pemakaman selama lebih dari 70 tahun.

Pengadilan juga mengkonfirmasi pembongkaran beberapa makan.

Pengadilan meminta pihak berwenang distrik untuk menandai dan memagari tempat pemakaman desa, mencegah penyerobotan, dan mempercepat pengklasifikasian ulang lahan tersebut sebagai tempat pemakaman.

Hakim memerintahkan tindakan terhadap mereka yang mengganggu makam-makam tersebut.

Pastor Raj mengatakan bahwa komunitas, termasuk umat Kristen, memelihara tempat pemakaman terpisah untuk kaum Dalit dan kasta atas di beberapa bagian Tamil Nadu.

“Saya berharap dan berdoa agar umat Kristiani menanggapi putusan ini dengan serius dan menentang praktik-praktik tersebut,” kata pastor itu.

Mary John, ketua Gerakan Pembebasan Kristen Dalit, mengatakan putusan tersebut menawarkan “secercah harapan” bagi kaum Dalit, termasuk di dalam komunitas Kristiani.

“Kaum Dalit, termasuk umat Kristiani, sering diperlakukan sebagai warga negara kelas dua, bahkan setelah kematian,” katanya.

Kata “Dalit” berarti “diinjak-injak” dalam Bahasa Sansekerta dan merujuk pada komunitas yang secara historis diperlakukan sebagai tak tersentuh dan dikecualikan dari hierarki kasta Hindu tradisional.

Menurut data pemerintah, sekitar 201 juta orang di India termasuk dalam kelompok-kelompok yang kurang beruntung secara sosial ini.

Hampir 60 persen dari 25 juta umat Kristiani di negara itu berasal dari latar belakang Dalit dan suku — menyoroti skala dan urgensi masalah ini.

Sumber: Indian court rules against denying dalits access to burial cremation grounds