Pemkot Mojokerto Rancang RKPD 2027 untuk Tingkatkan IPM dan Kurangi Kemiskinan
Sumber Foto: TIMES Jatim
Sosial

Pemkot Mojokerto Rancang RKPD 2027 untuk Tingkatkan IPM dan Kurangi Kemiskinan

Mojokerto – Pemerintah Kota atau Pemkot Mojokerto menggelar Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 di Ruang Sabha Mandala Madya, Balai Kota Mojokerto, Jumat (20/2/2026). Forum ini menjadi instrumen vital dalam menjaring aspirasi masyarakat guna memastikan arah pembangunan yang tepat sasaran.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menegaskan bahwa partisipasi publik adalah kunci utama agar perencanaan pembangunan tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga akomodatif terhadap kebutuhan riil warga.

"Kepentingan terhadap isu strategis dan prioritas pembangunan tidak hanya dirumuskan oleh pemerintah. Kita butuh masukan secara bottom-up karena sasaran dan objek pembangunan adalah masyarakat itu sendiri," ujar sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Jumat (20/2/2026).

Visi Besar dan Indikator Keberhasilan

Visi pembangunan Kota Mojokerto sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025-2029 adalah mewujudkan kota yang maju, berdaya saing, berkarakter, sejahtera, dan berkelanjutan. Untuk mengukur keberhasilannya, Ning Ita memaparkan lima indikator utama pembangunan:

Indeks Pembangunan Manusia (IPM): Capaian tahun 2025 berada di angka 82,35, meningkat 0,59 poin dari tahun sebelumnya. Target tahun 2027 dirancang meningkat secara graduatif.

Tingkat Kemiskinan: Berbanding terbalik dengan IPM, angka kemiskinan dipatok terus menurun. Fokus pemerintah adalah menekan tingkat kedalaman dan penyebaran kemiskinan agar lebih menyempit.

Pertumbuhan Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi tahun 2025 triwulan ketiga mencapai 5,15 persen. Meski kondisi ekonomi nasional belum menentu, Pemkot Mojokerto optimis tren ini akan tetap positif.

Gini Rasio: Menunjukkan tren positif dengan ketimpangan yang semakin menyempit. Target tahun 2027 tetap dipasang pada angka yang lebih rendah guna menekan ketimpangan sosial.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Ning Ita menyoroti adanya anomali di mana TPT naik namun angka kemiskinan menurun.

Optimisme Penurunan Pengangguran

Terkait indikator kelima, Ning Ita optimis angka pengangguran akan menurun signifikan pada 2027. Hal ini didorong oleh beroperasinya 11 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Mojokerto yang masing-masing mampu menyerap sedikitnya 45 tenaga kerja.

Selain itu, sektor industri rokok juga diprediksi akan menjadi motor penggerak lapangan kerja baru. Sebuah pabrik rokok baru diperkirakan menyerap 600 tenaga kerja, ditambah tiga pabrik rokok lama yang sempat kolaps di akhir 2023 kini telah diakuisisi dan mulai beroperasi pada 2026.

"Artinya semakin banyak lowongan pekerjaan yang bisa menyerap tenaga kerja di Kota Mojokerto. Kami optimis tingkat pengangguran terbuka bisa menurun tahun 2027," jelasnya.

Melalui forum ini, Ning Ita berharap seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) memberikan masukan konstruktif demi penyempurnaan dokumen RKPD.

“Setiap saran dan masukan akan menjadi bahan penyempurnaan agar kebijakan dan program yang dirumuskan benar-benar selaras dengan visi pembangunan Kota Mojokerto,” pungkasnya. (*)