Pembangunan Terowongan Bawah Laut IKN: Desain Dimulai Setelah Studi Kelayakan Selesai
BALIKPAPAN – Pembangunan terowongan bawah laut, yang merupakan bagian dari Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, telah memasuki tahap baru setelah studi kelayakan dinyatakan selesai. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengungkapkan bahwa proses desain untuk terowongan ini akan dimulai pada tahun depan.
Estimasi waktu konstruksi terowongan bawah laut ini diperkirakan berlangsung selama dua tahun. Pemilihan konsep immersed tunnel sebagai alternatif jembatan bertujuan untuk melindungi ekosistem Teluk Balikpapan.
Keputusan ini sejalan dengan prinsip pembangunan IKN yang mengedepankan keseimbangan antara infrastruktur dan pelestarian lingkungan. Hal ini termasuk upaya perlindungan terhadap fauna endemik seperti bekantan serta flora khas di kawasan tersebut.
“Kami berkomitmen untuk tidak mengubah morfologi lingkungan. Oleh karena itu, immersed tunnel menjadi solusi yang ideal, mirip dengan yang diterapkan di Geoje, Busan, Korea Selatan,” jelas Basuki.
Ia juga menambahkan bahwa teknologi immersed tunnel yang digunakan di berbagai negara, termasuk Fehmarn di Eropa, memungkinkan pembangunan infrastruktur besar tanpa merusak keseimbangan ekosistem. Terowongan bawah laut ini akan menjadi bagian dari Seksi 4 Jalan Tol IKN yang akan menghubungkan pengguna jalan tol langsung ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN Nusantara.
Langkah ini mencerminkan visi besar IKN sebagai kota berkelanjutan yang mengusung konsep forest city, sponge city, dan smart city. Sesuai dengan UU No. 3 Tahun 2022, IKN dirancang untuk menghadapi tantangan urbanisasi, perubahan iklim, dan risiko bencana, sambil tetap menjaga keseimbangan ekologi, lingkungan terbangun, dan sistem sosial.




