Menu Sahur Sehat Tanpa Karbohidrat dari Dokter Tirta
Sumber Foto: KapanLagi.com
Lifestyle

Menu Sahur Sehat Tanpa Karbohidrat dari Dokter Tirta

Kapanlagi.com -

Dokter Tirta memberikan respons menarik untuk menjawab pertanyaan seorang netizen yang meminta rekomendasi menu sahur tanpa karbohidrat. Hal ini bermula dari curhatan akun @anndiro di Threads. Pemilik akun @anndiro merasa puasa tahun ini cukup berat baginya karena sang suami meminta menu sahur hanya berupa protein dan serat demi kepentingan diet.

Menanggapi permintaan tersebut, Dokter Tirta membagikan rekomendasi menu sahur tanpa karbohidrat. Menariknya, Dokter Tirta menyebutkan beberapa jenis bahan makanan yang sangat mudah untuk ditemukan sehari-hari. Penasaran, apa saja rekomendasi menu sahur tanpa karbohidrat ala Dokter Tirta? Langsung saja simak ulasan berikut untuk mengetahuinya.

1. Rekomendasi Sahur Tanpa Karbohidrat dari Dokter Tirta

Dokter Tirta menyarankan beberapa sumber protein dan lemak nabati yang sangat mudah ditemukan di pasar atau supermarket untuk mengisi energi saat sahur. Menu utama yang direkomendasikan dimulai dengan telur rebus sebagai sumber protein yang praktis. Selain itu, ia menyarankan konsumsi tempe dan tahu untuk mendapatkan asupan protein nabati yang mengenyangkan, serta daging atau ikan sebagai variasi protein hewani. Sebagai penutup, ia merekomendasikan jus alpukat untuk memberikan asupan lemak baik bagi tubuh.

2. Lupa Sebutkan Brokoli

Berikutnya, muncul akun @pacehjourney yang berkomentar menambahkan saran berupa brokoli dan kacang-kacangan untuk menambah serat. Dokter Tirta pun menyetujui tambahan tersebut. Dokter Tirta mengaku lupa menyebutkan brokoli.

7 Cara Mengatur Keuangan Setelah Pengeluaran Besar Saat Lebaran

3. Dokter Tirta Hindari Sambal Saat Sahur

Meskipun banyak masyarakat Indonesia yang tidak bisa makan tanpa rasa pedas, Dokter Tirta memberikan catatan penting mengenai penggunaan sambal saat sahur. Saat menanggapi usulan netizen mengenai lalapan mentah dan sambal, ia dengan tegas menyatakan untuk menghindari sambal pada waktu sahur.

Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan untuk mencegah masalah pencernaan atau rasa tidak nyaman pada perut di siang hari yang bisa mengganggu kenyamanan berpuasa.