Kurangi Sampah di Bulan Ramadan dengan Diet Bijak
Berita Lain
Sumenep
Editor - Moh Rasikin
RRI.CO.ID, Sumenep - Produksi sampah Ramadan di Indonesia meningkat tajam. Sampah dapur mendominasi dibanding jenis lainnya, ini terjadi karena perubahan pola konsumsi menjadi pemicu utama.
Data tahun 2023 dirilis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sisa makanan menyumbang 41,2 persen timbulan, sampah rumah tangga mencapai 39,2 persen. Sedangkan sampah plastik tercatat sebesar 18,2 persen. Lonjakan terjadi saat minat belanja meningkat dengan adanya takjil beragam, sehingga memicu banyak kemasan sekali pakai.
Berikut tips diet sampah di bulan Ramadan yang praktis dan mudah diterapkan:
Bawa wadah sendiri saat beli takjil
Gunakan kotak makan dan botol minum dari rumah. Ini mengurangi plastik sekali pakai. Kebiasaan ini juga terlihat lebih fashionable.
Beli makanan secukupnya
Hindari lapar mata saat berbuka. Prioritaskan yang benar-benar akan dimakan. Perencanaan menu membantu mengendalikan porsi.
Masak sesuai porsi keluarga
Rencanakan menu sahur dan berbuka. Porsi tepat mencegah makanan terbuang.
Simpan makanan dengan benar
Gunakan kulkas dan wadah tertutup. Makanan tahan lebih lama dan aman.
Pilah sampah di rumah
Pisahkan organik dan nonorganik. Sampah organik bisa dijadikan kompos.
Kurangi produk sekali pakai
Pilih piring gelas dan sendok pakai ulang. Ini menekan volume sampah harian.
Belanja dengan daftar
Catat kebutuhan Ramadan sebelum ke pasar. Cara ini mencegah belanja impulsif.
Ibadah Ramadan harusnya penuh berkah, bukan penuh sampah!
Kata Kunci / Tags
bijak sampah sampah dapur Sampah Ramadan Yuk! Diet Sampah di Bulan Ramadan




