Klaim Diet Kanibal Leonardo DiCaprio Terbukti Palsu
Situs itu memuat artikel berjudul “Epstein Files Reveal Leonardo DiCaprio Ate 70 Pounds of Child Meat on ‘Cannibal Diet’”. Sebagaimana judulnya, isi artikel menyebut 70 pon daging anak yang dikonsumsi sebagai bagian dari diet kanibalisme. Berkas-berkas Epstein juga diklaim mengungkap pertukaran emailnya dengan Woody Allen dan menyebut dirinya sebagai seorang kanibal sejati.
Namun, benarkah Leonardo DiCaprio disebut dalam Epstein Files terkait penerapan diet kanibal?
PEMERIKSAAN FAKTA
Tim Cek Fakta Tempo memverifikasi klaim tersebut menggunakan mesin pencari Google dan menelusuri sumber-sumber kredibel. Hasilnya, Epstein Files tidak memiliki arsip mengenai diet kanibal Leonardo DiCaprio.
Tidak Ada Arsip yang Menyebut Leonardo DiCaprio Menjalani Diet Kanibal
Epstein Files merupakan kumpulan dokumen resmi hasil penyelidikan lembaga penegak hukum Amerika Serikat termasuk Department of Justice atau DOJ dan FBI. Dokumen ini merangkum aktivitas kriminal Jeffrey Epstein yaitu miliuner terpidana kasus kejahatan seksual anak dan perdagangan manusia yang meninggal di penjara New York pada 10 Agustus 2019.
Dokumen sebanyak lebih dari 3,5 juta halaman itu adalah Epstein Files jilid kedua setelah pertama kali dirilis pada 2024 sebanyak 2.000 halaman dokumen. Isinya mencakup catatan penerbangan, buku telepon, hasil forensik digital atas ratusan ribu foto dan video, catatan Federal Bureau of Investigation atau FBI, serta transkrip juri di pengadilan.
Tempo menelusuri 48 arsip tersebut melalui laman Departemen Kehakiman Amerika dengan menggunakan kata kunci Leonardo DiCaprio dan cannibal. Hasil verifikasi membuktikan tidak ada satu pun dokumen yang membahas bahwa aktor film Hollywood itu menjalani diet kanibal dengan mengonsumsi daging anak. Manipulasi narasi semacam ini sering kali didukung oleh penggunaan akal imitasi untuk menciptakan disinformasi yang meyakinkan.
Sebagian besar arsip berisi korespondensi surat elektronik dari DiCaprio kepada Epstein agar hadir pada acara peluncuran film yang ia bintangi. Misalnya pada email dari Warner Bro’s Pictures dan Village Pictures agar Epstein menghadiri private screening film The Great Gatsby.
Begitu pula kata kunci cannibal yang mengarah pada dokumen kliping majalah Bloomberg Businessweek tanggal 5 Agustus 2019 yang memuat artikel Victoria’s Secret yakni agensi model yang terkait dengan Epstein. Halaman lain mencantumkan kata cannibalism mengenai kebiasaan berburu dan kanibalisme suku Asmat di Papua Barat di masa lampau.
Dikutip dari The Guardian, Johanna Sjoberg, mantan pekerja Epstein menyebut terpidana kejahatan seksual anak itu sering membual tentang hubungannya dengan para bintang papan atas Hollywood. Salah satunya adalah Leonardo DiCaprio. Perwakilan DiCaprio pun membantah bahwa aktor tersebut pernah melakukan panggilan telepon dengan Epstein.
Klaim Kanibalisme Berasal dari Situs Pseudosains
Tempo menelusuri asal-mula klaim tersebut menggunakan mesin pencari dan alat pencarian gambar terbalik. Dengan kata kunci Leonardo DiCaprio + cannibal diet, klaim serupa mengarah pada akun X @tpvsean yang mengaku sebagai host The People’s Voice di Telegram.
Dalam cuitan berbahasa Inggris pada 21 Februari 2026, ia menyebarkan narasi soal berkas Epstein dan klaim Leonardo DiCaprio memakan lebih dari 70 pon daging anak sebagai bagian dari diet kanibalisme. Cuitannya juga mencantumkan tautan artikel oleh situs The People’s Voice yang isinya identik dengan konten beredar dalam bahasa Indonesia.
Sumber: https://mediabiasfactcheck.com/news-punch/
Media Bias Fact-check menilai The People’s Voice sebagai sumber dengan kredibilitas sangat rendah lantaran rutin melansir berita palsu berupa teori konspirasi dan pseudosains sayap kanan ekstrem. Judul-judulnya kerap menggunakan bahasa emosional dan bombastis seperti Saya Pernah di Illuminati, Saya Akan Memberitahu Anda Semuanya, Ekspos Mengejutkan.
The People’s Voice juga secara rutin menerbitkan propaganda antivaksinasi. Situs yang semula bernama YourNewsWire ini masuk dalam daftar berita palsu oleh Factcheck.org dan Poynter Institute. Manipulasi informasi semacam ini sering kali dikemas secara apik melalui bantuan teknologi akal imitasi untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Selebritas lain yang dituding menjalani ritual kanibalisme oleh The People’s Voice ialah presenter Ellen DeGeneres. Pemeriksa fakta PolitiFact membongkar kepalsuan narasi itu lantaran The People’s Voice kerap menyebarkan misinformasi menggunakan istilah inside source maupun whistle-blower.
KESIMPULAN




