Kesalahan Umum Perempuan dalam Diet: Urutan yang Salah
KOMPAS.com – Banyak perempuan sudah mengurangi porsi makan, menghitung kalori, dan berolahraga lebih keras, tetapi lemak tubuh tetap sulit turun.
Seorang dokter menyebut, masalahnya sering bukan karena kurang usaha, melainkan karena diet dilakukan terlalu cepat.
Pembatasan makan diterapkan saat metabolisme belum siap, sehingga tubuh justru menahan lemak lebih kuat. Akibatnya, semakin keras mencoba diet, hasilnya justru terasa makin sulit dicapai.
Dokter naturopati yang menangani program penurunan berat badan pada perempuan Asia Selatan, Dr Tanisha Shekdar, mengatakan kesalahan paling umum dalam diet adalah langsung fokus mengurangi makanan.
Diet sering dimulai dengan cara yang keliru
Menurut Tanisha, banyak orang memulai diet dengan langsung memangkas kalori. Perempuan sering diminta menjalani pola makan 1.200 hingga 1.400 kalori per hari, mengurangi karbohidrat, dan meningkatkan intensitas olahraga.
Namun, langkah ini dinilai tidak tepat jika dilakukan sejak awal. Ia menjelaskan bahwa saat seseorang hanya fokus makan lebih sedikit dan berolahraga lebih keras, kadar insulin tetap tinggi dan tubuh berada dalam kondisi stres.
Dalam kondisi tersebut, pembatasan justru membuat tubuh merasa tidak aman dan semakin mempertahankan cadangan lemak.
Bukan karena malas, tapi karena urutan yang salah
Lihat Foto
Tanisha menegaskan, perempuan yang gagal membakar lemak bukan berarti malas atau tidak disiplin.
Sebaliknya, banyak dari mereka justru sudah berusaha sangat keras, tetapi memulainya dengan urutan yang tidak tepat. Ia menyebut, kebanyakan orang memulai penurunan lemak dengan cara berikut:
Mengurangi porsi makan sejak awal
Memotong karbohidrat
Berlatih lebih keras
Terus mencoba metode diet baru
Masalahnya, ketika insulin masih tinggi dan stres berlangsung lama, pembatasan makan justru berbalik merugikan.
“Tubuh tidak merasa aman, sehingga justru menahan lemak,” ujar Tanisha.
Metabolisme perlu disiapkan lebih dulu
Menurut Tanisha, penurunan kadar lemak seharusnya bukan langkah pertama dalam diet. Tahap awal justru perlu difokuskan pada memperbaiki kondisi metabolisme tubuh.
Ia menekankan empat hal utama yang perlu dilakukan sebelum masuk ke fase diet ketat, yaitu:
Menstabilkan kadar gula darah
Menurunkan kadar insulin
Membangun massa otot
Menenangkan sistem saraf
“Penurunan lemak akan terjadi setelah itu, bukan sebelumnya,” kata Tanisha.
Ia menegaskan bahwa lemak bukan penyebab kegagalan diet, melainkan urutan yang keliru.
Penurunan lemak bisa lebih efektif dan bertahan lama
Tanisha menyebut, ketika metabolisme sudah lebih stabil dan tubuh tidak berada dalam kondisi stres, penurunan lemak akan berjalan lebih mudah. Hasilnya pun cenderung lebih bertahan lama dibanding diet ketat yang dilakukan terlalu cepat.
“Yang terpenting adalah urutannya,” ujar Tanisha.
Ia menutup penjelasannya dengan menekankan bahwa urutan dalam diet sangat menentukan hasil.




