Kemiskinan dan Pendidikan Rendah Dorong Kekerasan Anak di Magelang
Jurnal Indonesia - Kepala DPMP4KB Kota Magelang, Wawan Setiadi, saat memberikan pemaparan terkait pentingnya ketahanan keluarga dalam FGD Penyusunan Rencana Kerja, Kamis (26/2/2026). -DENISA PUTRI-MAGELANG EKSPRES
MAGELANG, MAGELANGEKSPRES.ID – Tingginya kasus kekerasan yang menyasar kelompok rentan, yakni perempuan dan anak, masih menjadi pekerjaan rumah yang serius bagi Pemkot Magelang.
Berdasarkan analisis di lapangan, faktor himpitan kemiskinan dan rendahnya tingkat pendidikan disinyalir kuat menjadi pemicu utama rentannya tindak kekerasan tersebut di dalam lingkup keluarga.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMP4KB) Kota Magelang, Wawan Setiadi mengungkapkan, persoalan kekerasan tidak berdiri sendiri, melainkan sangat erat kaitannya dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Menurut Wawan, ketidakstabilan ekonomi sangat memengaruhi kondisi psikologis dan stabilitas keluarga, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pola asuh anak.
“Karena itu, penanganannya tidak hanya kuratif, tetapi juga harus preventif melalui edukasi dan penguatan keluarga,” tegas Wawan di sela kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Rencana Kerja dan Forum Konsultasi Publik, Kamis (26/2/2026).
Dikatakan pria yang pernah menjabat sebagai Kepala BPKAD itu bahwa, upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak mutlak membutuhkan sinergi dari seluruh lapisan masyarakat, bukan sekadar tugas pemerintah semata.
“Kami mendorong masyarakat untuk peduli dan segera melaporkan jika menemukan atau mengalami kekerasan, sehingga segera ada penanganan cepat," instruksinya.
Secara statistik, angka kekerasan di Kota Magelang terpantau fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Merujuk data resmi, pada tahun 2023 tercatat ada 53 kasus kekerasan.
Angka ini sempat berhasil ditekan menjadi 34 kasus pada 2024, namun grafiknya kembali merangkak naik menjadi 47 kasus di tahun 2025.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DPMP4KB Kota Magelang, Amalia Ila Diastri membeberkan, kasus yang dilaporkan sangat beragam.




