Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 Resmi Ditetapkan
Sumber Foto: Telkomsel
Olahraga

Jadwal Buka Puasa Ramadan 2026 Resmi Ditetapkan

Cek jadwal buka puasa lewat artikel di bawah ini!

Jadwal buka puasa Ramadan menjadi informasi penting bagi umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa secara tertib dan tepat waktu.

Dengan mengetahui jadwal ini bukan hanya untuk mengetahui waktu maghrib, tetapi juga sebagai bagian dari panduan menyusun rangkaian ibadah harian selama bulan suci, mulai dari sahur, sholat lima waktu, hingga tarawih dan tadarus Alquran.

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Agama, secara resmi telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari, setelah Sidang Isbat yang digelar pada Selasa, 17 Februari 2026.

Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab dan rukyatul hilal yang menjadi dasar penentuan awal bulan Ramadan secara nasional.

Keputusan resmi tersebut menjadi acuan bagi umat di seluruh wilayah nusantara untuk memulai ibadah puasa, dan selanjutnya menjadi dasar dalam menyusun jadwal buka puasa beserta waktu-waktu salat sepanjang bulan suci ini.

Mengetahui jadwal buka puasa bukan sekadar rutinitas harian, tetapi juga membantu umat memaksimalkan ibadah dan kebersamaan keluarga di bulan yang penuh hikmah ini.

Dengan penetapan tanggal puasa pertama dan waktu buka puasa yang akurat, setiap Muslim bisa merencanakan ibadah, sahur, berbuka, serta kegiatan sosial dan spiritual lainnya dengan lebih teratur dan khusyuk.

Nah buat kamu yang pengen selalu lancar buat mengingatkan untuk berbuka puasa kepada orang tersayang lewat WhatsApp, jangan lupa aktifkan Paket OMG! Chat dari Telkomsel. Kamu bisa aktifkan lewat aplikasi MyTelkomsel, ya.

Sekarang kita simak tentang jadwal buka puasa lengkap hingga salat Isya, yuk.

Baca Juga: Mau Tahu Cara Diet Sehat Terutama Pas Puasa? Ini Caranya

Jadwal Buka Puasa

Dengan mengacu pada penetapan awal puasa 19 Februari 2026, berikut jadwal imsak hingga Isya untuk daerah Jabodetabek.

Doa Niat Puasa dan Buka Puasa

Menjalani ibadah puasa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah melalui doa dan niat yang tulus.

Berikut niat dan doa-doa yang harus kamu hafalkan agar aktivitas puasa bernilai ibadah.

Doat Niat Puasa

Niat termasuk rukun yang harus dipenuhi oleh setiap Muslim yang ingin menjalankan ibadah puasa. Dalam praktiknya, tata cara niat puasa memiliki perbedaan antara puasa wajib dan puasa sunnah.

Pada puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qada, maupun puasa nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.

Sementara itu, untuk puasa sunnah, ketentuannya lebih fleksibel karena seseorang masih diperbolehkan berniat pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Dalam Mazhab Syafi’i, niat puasa diwajibkan setiap malam selama bulan Ramadan dan tidak cukup hanya satu kali niat untuk sebulan penuh.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syekh Sulaiman Al-Bujairimi dalam kitabnya Hasyiyatul Iqna’, yang menerangkan ketentuan niat puasa secara lebih rinci.

ويشترط لفرض الصوم من رمضان أو غيره كقضاء أو نذر التبييت وهو إيقاع النية ليلا لقوله صلى الله عليه وسلم: من لم يبيت النية قبل الفجر فلا صيام له. ولا بد من التبييت لكل يوم لظاهر الخبر

Artinya: “Disyaratkan berniat di malam hari bagi puasa wajib seperti puasa Ramadan, puasa qadha, atau puasa nadzar. Ini berdasarkan hadis Rasulullah SAW, ‘Siapa yang tidak berniat di malam hari sebelum fajar, maka tiada puasa baginya.’ Karenanya, harus niat puasa di setiap hari (bulan Ramadan) jika melihat redaksi zahir hadits.” (Sulaiman Al-Bujairimi, Hasyiyatul Iqna’, juz 2)

Dalam pandangan Mazhab Maliki, niat puasa Ramadan cukup dilakukan sekali pada malam pertama untuk mencakup satu bulan penuh, sehingga tidak wajib memperbarui niat setiap hari.

Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa puasa Ramadan merupakan satu rangkaian ibadah yang utuh dan saling terhubung. Pendapat tersebut juga dijelaskan oleh Yusuf Al-Qaradlawi dalam Fiqh al-Shiyam halaman 84.

Berikut bacaan niat puasa.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri ramadhaana haadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”

Doa Buka Puasa

Berikut kumpulan doa berbuka puasa dari berbagai riwayat hadis.

Doa Berbuka Puasa menurut HR. (hadis riwayat) Bukhari dan Muslim.

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa’ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin.

Artinya: “Ya Allah, untukMu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.”

Doa Berbuka Puasa menurut HR. Abu Daud.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Latin: Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.”

Baca Juga: