Bupati Sigi Serahkan Bansos dan Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Anak Miskin
Sumber Foto: Tribunpalu.com
Sosial

Bupati Sigi Serahkan Bansos dan Tekankan Pentingnya Pendidikan untuk Anak Miskin

Ringkasan Berita:

Pemerintah Kabupaten Sigi menyalurkan bantuan sosial langsung ke warga di Kecamatan Kinovaro dan Marawola, dengan Bupati Rizal Intjenae menyerahkan bantuan secara simbolis.

Bupati menekankan pengentasan kemiskinan sebagai prioritas, termasuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap bersekolah melalui program pakaian, alat tulis, dan pendidikan gratis.

Kolaborasi lintas sektor dan mekanisme pelaporan berjenjang dari desa hingga kabupaten menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Pemerintah Kabupaten Sigi kembali menyalurkan bantuan sosial kepada warga yang membutuhkan di Kecamatan Kinovaro dan Kecamatan Marawola.

Penyerahan bantuan dipusatkan di Desa Balane dan Desa Uwemanje, serta Desa Baliase, Rabu (18/2/2026).

Bupati Sigi, Rizal Intjenae, turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat. Ia didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sigi Ariyanto, Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Arif Arif Iphink Kadoy, serta Kabid Lijamsos Affandy Mohammad Salmin.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen pemerintah daerah dalam meringankan beban warga kurang mampu, sekaligus memastikan program penanganan kemiskinan berjalan tepat sasaran.

Suasana haru pun mewarnai penyerahan bantuan.

Sejumlah warga penerima terlihat meneteskan air mata saat menerima bantuan secara langsung dari bupati.

Rasa syukur dan kelegaan terpancar dari wajah mereka, terutama bagi keluarga yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi.

Dalam sambutannya, Bupati Rizal menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tugas utama dirinya bersama Wakil Bupati.

Ia menyebut pemerintah akan memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap mengenyam pendidikan.

“Masukkan nanti untuk dapat bantuan anaknya SD, untuk dapat pakaian sekolah gratis, sepatu, celana, baju, tas dan buku tulis. Tidak ada alasan anak tidak sekolah,” tegasnya, Jumat (20/2/2026).

Bupati juga menyoroti adanya warga dengan kondisi kemiskinan ekstrem yang memiliki empat anak, di mana tiga di antaranya telah putus sekolah.

Pemerintah, kata dia, akan turun tangan agar anak-anak tersebut kembali mendapatkan akses pendidikan hingga tuntas.

Ia menjelaskan, langkah tersebut sejalan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 17 menjadi indikator keberhasilan pemerintah daerah di enam bidang.

Yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan tata ruang, perumahan dan permukiman, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, serta sosial.