Bupati Madiun Fokus Turunkan Angka Kemiskinan Melalui Sekolah Rakyat
Ringkasan Berita:
Angka kemiskinan Kabupaten Madiun masih 10,4 persen, lebih tinggi dibanding angka provinsi sebesar 9,2 persen.
Pemerintah daerah fokus mengentaskan kemiskinan di Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Gemarang melalui Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat dirancang menampung hingga 1.200 siswa mulai SD hingga SMA dengan seluruh biaya ditanggung pemerintah.
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Wakil Bupati dr Purnomo Hadi genap setahun memimpin Kabupaten Madiun.
Meski meraih sejumlah penghargaan, pasangan berakronim Harmonis ini mengakui masih banyak program yang perlu ditingkatkan, terutama pengentasan kemiskinan melalui program Sekolah Rakyat.
Meski demikian, Bupati Hari Wuryanto bersama Wakil Bupati dr Purnomo Hadi, mengakui ada beberapa hal yang belum maksimal.
“Kami semua senantiasa terus berupaya maksimal, memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Bupati Hari Wuryanto, usai Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan di Pendopo Muda Graha, Jumat (20/2/2026) dini hari.
Mas Hari Wur, sapaan akrabnya, mengungkapkan, walaupun telah meraih beberapa penghargaan dari pemerintah pusat, capaian itu tetap belum memuaskan serta menjadi bahan pertimbangan bagi OPD supaya ke depan lebih baik.
Fokus Turunkan Angka Kemiskinan
“Kami akan selalu evaluasi, dan menyesuaikannya dengan program pemerintah pusat karena bagaimanapun juga, kalau linier dan selaras, Insya Allah parameter yang ditentukan akan tercapai,” ungkapnya.
Ia menambahkan, salah satunya adalah angka kemiskinan di Kabupaten Madiun mencapai 10,4 persen. Data tersebut di atas dari angka provinsi sejumlah 9,2 persen.
“Kami berharap dalam tahun ini bisa turun. Kalau bisa di bawahnya, setiap bulan akan kami evaluasi. Kami punya keyakinan karena lokusnya sudah kelihatan di Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, dan Kecamatan Gemarang,” imbuhnya.
Menurutnya, wilayah tersebut masih menyumbang angka kemiskinan tertinggi. Berdasarkan situasi itu, pihaknya fokus mengentaskan angka kemiskinan melalui Sekolah Rakyat.
Kolaborasi Antar OPD Jadi Kunci
“Kami berharap nanti semua bisa disisir, baik desil 1 sampai 2, sehingga dapat keluar otomatis dari faktor kemiskinan, serta angkanya berkurang,” bebernya.
“Pada saat mereka masuk di sekolah rakyat, mulai dari beban hidup sekolahnya, semuanya ditanggung oleh pemerintah. Pembangunan sudah dimulai di Kelurahan Nglames,” sambung Bupati Hari Wuryanto.
Dirinya menargetkan, Sekolah Rakyat bisa segera rampung, dan memulai tahun ajaran baru. Sambil menunggu tuntas, pemerintah daerah terus melakukan pendataan calon murid.
Terlebih lagi, kemampuan daya tampung siswa siswi di Sekolah Rakyat, mulai dari SD, SMP sampai SMA dapat mencapai 1200 siswa.
“Misalkan saja ada putra putri yang tidak mampu di Kecamatan Saradan. Dia masuk Desil 1 2 sekolah jenjang SMA, kami tarik, kami pindahkan ke Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Bupati Hari Wuryanto juga berharap dukungan dari semua pihak, maupun kolaborasi antar OPD demi membawa Kabupaten Madiun lebih baik.
“Saling bersinergi untuk pembangunan Kabupaten Madiun lebih maju,” tandasnya.




