Berat Badan Stagnan Meski Rutin Olahraga? Ini Penyebabnya
Radar Surabaya — Banyak orang merasa sudah menjaga pola makan dan rutin berolahraga, tetapi berat badan tetap stagnan. Kondisi ini ternyata bisa dipicu berbagai faktor yang sering tidak disadari.
Spesialis obesitas dan lifestyle medicine, Supriya Rao, menjelaskan bahwa penurunan berat badan tidak bisa disamakan pada setiap orang.
“Setiap tubuh punya respon berbeda. Usia, hormon, jenis makanan, dan kebiasaan harian ikut menentukan keberhasilan diet,” ujarnya.
Ahli bedah, bariatrik Matthew Weiner, menambahkan, hasil diet memang tidak selalu cepat terlihat, terutama pada perempuan.
“Perempuan biasanya perlu waktu lebih lama karena pengaruh hormon dan metabolisme. Penurunan yang sehat itu bertahap, bukan instan,” jelasnya.
Selain pola makan, dokter juga menyoroti gaya hidup. Kurang tidur dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu penumpukan lemak.
“Stres dan tidur yang buruk bisa menghambat diet, walau pola makan sudah dijaga,” tambah Weiner.
Para dokter menegaskan, tujuan diet bukan sekadar angka di timbangan, tetapi kebiasaan sehat yang bisa dijalani secara konsisten. (rif/fir)




