Anthropic Tolak Penggunaan AI untuk Senjata Militer AS, Trump Hentikan Kerja Sama
Sumber Foto: Tribun Video
Internasional

Anthropic Tolak Penggunaan AI untuk Senjata Militer AS, Trump Hentikan Kerja Sama

Jurnal Indonesia - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Ancaman Departemen Pertahanan Amerika Serikat tidak dipedulikan Anthropic.

Perusahaan AI tersebut menolak produk mereka digunakan untuk senjata pembunuh milik tentara AS.

Anthropic "tak bisa secara nurani" mengizinkan Departemen Pertahanan AS menggunakan model AI mereka tanpa pembatasan.

Meskipun untuk tindakan yang sejalan dengan hukum AS.

Pernyataan ini diungkapkan CEO Anthropic Dario Amodei.

Dalam beberapa pekan terakhir, startup tersebut bernegosiasi dengan Pentagon soal penggunaan model AI mereka.

Di tengah negosiasi, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth melayangkan ancaman.

Hegseth memberikan label "ancaman rantai pasok" kepada Anthropic.

Hal ini untuk memaksa mereka mengubah kebijakan pembatasan penggunaan AI.

Anthropic juga diancam dengan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk dipaksa memenuhi permintaan pemerintah AS.

Imbasnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menurunkan perintahnya.

Trump meminta seluruh lembaga pemerintah federal segera menghentikan penggunaan teknologi akal imitasi (AI) milik Anthropic.

Keputusan ini diambil setelah perusahaan startup AI tersebut menolak permintaan Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon.

Dalam hal ini untuk menyetujui penggunaan model AI Claude mereka bagi kepentingan militer tanpa syarat.

Melalui unggahan di platform Truth Social pada Jumat (27/2/2026), Trump menegaskan pemerintah tidak akan lagi menjalin kerja sama dengan perusahaan tersebut.