Angka Kemiskinan Jambi Turun Berkat Program Makanan Bergizi Gratis
Kota Jambi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatat angka kemiskinan di daerah itu turun 0,30 persen poin pada periode September 2025 dibandingkan Maret pada tahun yang sama, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai bergulir berpotensi memberikan andil terhadap tren penurunan tersebut.
"Garis kemiskinan kita itu 75 persen disumbang oleh kelompok makanan, sedangkan 24 persen dari non-makanan. Jika program MBG dan program bantuan lainnya berjalan efektif, maka sebenarnya porsi 75 persen itu sudah mencakup pemenuhan kebutuhan dasar untuk menutupi garis kemiskinan," kata Kepala BPS Provinsi Jambi Aidil Adha di Jambi, Sabtu.
Menurut dia, komoditas makanan merupakan pemberi sumbangan terbesar terhadap garis kemiskinan, maka program pemerintah seperti MBG dimungkinkan memberi peluang menekan angka kemiskinan.
Bantuan tersebut membuat pengeluaran rumah tangga yang seharusnya dialokasikan untuk belanja makanan dapat dialihkan untuk kebutuhan produktif lainnya.
Selain program pemerintah pusat, penguatan bantuan sosial yang diberikan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota sejauh ini turut memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kemiskinan.
"Dilihat dari angka yang ada, terlihat jelas ada dampak dari penyaluran bantuan tersebut," ujarnya.
Berdasarkan data BPS, persentase penduduk miskin Jambi pada September 2025 sebesar 6,89 persen, menunjukkan angka ini menurun 0,30 persen poin terhadap Maret 2025 dan menurun 0,37 persen poin jika dibandingkan dengan September 2024.
Secara kuantitas, jumlah penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebanyak 261,25 ribu orang atau berkurang 9,69 ribu orang dibandingkan Maret 2025, dan menyusut 11,45 ribu orang terhadap September 2024.
Penurunan kemiskinan terjadi baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan di provinsi itu. Berdasarkan data, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 turun menjadi 9,25 persen dari sebelumnya 9,52 persen pada Maret 2025.
Sementara di perdesaan, angka kemiskinan turun dari 6,01 persen menjadi 5,70 persen.
BPS juga mencatat garis kemiskinan pada September 2025 sebesar Rp713.849 per kapita per bulan. Komposisi terdiri atas garis kemiskinan makanan sebesar Rp542.466 (75,99 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp171.383 (24,01 persen).
Dengan rata-rata rumah tangga miskin di Jambi memiliki 4,98 anggota keluarga, maka besarnya garis kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah Rp3.554.968 per bulan.




