Alfan Wahyuddin Pimpin Gapeknas Gresik, Fokus pada Digitalisasi dan Etika Profesi
Sumber Foto: Radar Gresik
Teknologi

Alfan Wahyuddin Pimpin Gapeknas Gresik, Fokus pada Digitalisasi dan Etika Profesi

RADAR GRESIK – Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (Gapeknas) Kabupaten Gresik resmi memulai babak baru kepengurusan.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Gresik tersebut menerima amanah kepemimpinan ini secara profesional. Dalam sambutannya usai pengukuhan, Alfan menekankan bahwa prioritas awal kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan internal organisasi dan sinergi dengan regulator.

Salah satu terobosan utama yang akan diusung adalah digitalisasi organisasi untuk mempermudah layanan bagi para anggota, terutama terkait perizinan dan sertifikasi usaha jasa konstruksi.

Selain aspek teknologi, Alfan menggarisbawahi pentingnya menjaga etika profesi dan ekosistem usaha yang sehat. Ia menegaskan bahwa Gapeknas harus menjadi wadah kolaborasi, bukan tempat untuk saling berebut proyek dengan cara yang tidak sehat. Bahkan, ia memberikan pernyataan tegas mengenai integritas posisi ketua yang dijabatnya.

“Organisasi ini memiliki semangat kebersamaan, bukan saling berebut proyek secara tidak sehat. Saya juga menegaskan bahwa posisi Ketua tidak akan digunakan untuk meminta proyek pemerintah. Peran kami adalah memastikan ekosistem usaha konstruksi sehat, fair, dan profesional,” ujarnya dengan nada optimis.

Alfan juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk bekerja dengan semangat kerja tim (teamwork). Menurutnya, tantangan industri konstruksi yang semakin dinamis hanya bisa dihadapi jika seluruh anggota terlibat aktif dalam meningkatkan kualitas usaha di daerah.

Gayung bersambut, Ketua Gapeknas Jawa Timur, Baso Juherman, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi atas visi kepengurusan baru ini.

Ia mengingatkan bahwa mekanisme pasar saat ini, seperti e-catalogue dan mini kompetisi, menuntut transparansi dan kompetensi tinggi dari para kontraktor.

"Ke depan, Gapeknas diharapkan tidak hanya menjadi wadah administrasi, tetapi juga aktif menyelenggarakan uji kompetensi bagi para anggota. Dengan pengalaman organisasi yang sudah berjalan lebih dari dua puluh tujuh tahun, estafet penguatan ini perlu dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya,” pungkas Baso Juherman.