Ahmad Muzani Serukan Persatuan di Tengah Ketegangan Perang Iran, AS, dan Israel
Sumber Foto: Liputan6.com
Nasional

Ahmad Muzani Serukan Persatuan di Tengah Ketegangan Perang Iran, AS, dan Israel

Jurnal Indonesia - Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sebagai situasi yang memprihatinkan. Kondisi di Timur Tengah kini jadi tak menentu.

"Saya kira keadaan di Timur Tengah sangat memprihatinkan, keadaannya memanas, dan sangat tidak menentu," ujar Muzani di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Senin (2/3/2026).

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan akibat peran bisa terasa sampai ke dalam negeri. Meski diharapkan tak besar, efeknya dinilai tak terhindarkan.

"Suka atau tidak suka dampak itu pasti akan ada," ucap Muzani.

Karena itu sebagai pimpinan MPR, dia meminta seluruh elemen bangsa tetap kompak. Persatuan dan kebersamaan menjadi kunci untuk menjaga kepentingan nasional.

"Kita semuanya tetap menjaga kekompakan, persatuan, kebersamaan untuk melindungi kepentingan bangsa dan kedaulatan negara," terang Muzani.

Muzani menekankan kepentingan nasional tak boleh kalah oleh ego atau emosi.

"Kita harus bersatu padu. Tidak boleh kepentingan nasional dikalahkan oleh kepentingan egoisme ataupun pikiran yang emosional," papar dia.

Menurut dia, situasi berat hanya bisa dilalui jika rakyat dan pemerintah saling bahu-membahu.

"Situasi seberat apapun hanya akan mungkin kita lalui dengan baik kalau kita bersatu," tandas Muzani.

Pemprov DKI Antisipasi Dampak Ekonomi Imbas AS-Israel Serang Iran, Pastikan Stok Pangan Memadai

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di ibu kota tersedia dalam jumlah aman dan mencukupi, khususnya selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M.

Pernyataan ini disampaikan untuk merespons situasi geopolitik global di tengah konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran yang memanas, dan berpotensi memengaruhi harga komoditas internasional.

"Berdasarkan prognosa kebutuhan dan ketersediaan pangan, seluruh komoditas strategis di Jakarta berada dalam status cukup dengan cadangan yang memadai di tengah memanasnya konflik AS-Israel dan Iran," ujar Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).

Ratu mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan proyeksi kebutuhan secara detail untuk periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Ia tak menampik bahwa ada peningkatan kebutuhan pangan pada periode Ramadan ini untuk komoditas tertentu.

Rinciannya, kata Ratu, pada komoditas telur ayam yang naik sekitar 7,5 persen, daging sapi/kerbau, serta bawang putih yang naik sekitar 3,5 persen. Namun, dia memastikan stok beras di Jakarta tersedia lebih dari 100 ribu ton atau jauh di atas kebutuhan sekitar 68 ribu ton.

"Sementara daging ayam dan daging sapi juga memiliki cadangan berlipat dari kebutuhan bulanan. Begitu pula gula pasir dan minyak goreng yang stoknya mencapai puluhan ribu ton dan dinyatakan mencukupi," terang Ratu.

Lonjakan Konsumsi Komoditas Strategis

Ratu menjelaskan, lonjakan konsumsi komoditas strategis diproyeksikan mengalami kenaikan menjelang Idulfitri atau pada periode Maret ini 2025 ini.

Menurut dia, berdasarkan data sementara, kenaikan terbesar terjadi pada telur ayam yang meningkat lebih dari 17 persen, disusul daging ayam dan bawang merah yang naik di atas 10 persen.

"Meski demikian, stok beras tercatat lebih dari 136 ribu ton, jauh melampaui kebutuhan sekitar 78 ribu ton. Komoditas protein hewani, gula pasir, minyak goreng, serta aneka hortikultura juga memiliki buffer stok yang memadai," kata Ratu.

Lebih lanjut, ia juga memastikan serangkaian langkah antisipatif untuk meredam dampak dari potensi gejolak harga akibat dinamika global tersebut.

Menurut Ratu, Pemprov DKI telah memperkuat koordinasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan, distributor utama, asosiasi pedagang, serta pemerintah pusat guna memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan stok harian di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.

"Kami juga akan intensifikasi proses monitoring harga di lapangan. Jika ditemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, kami segera lakukan intervensi melalui operasi pasar, bazar pangan murah, hingga optimalisasi pasokan dari BUMD," ucap dia.

Ratu turut mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying. Sebab, pasokan kebutuhan pokok strategis hingga Idulfitri dipastikan dalam kondisi aman.

"Komitmen kami jelas, menjaga stabilitas pasokan dan harga agar masyarakat dapat menjalankan Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan nyaman," tandasnya.