11.200 Jiwa di Palangka Raya Masih Hidup dalam Kemiskinan
Sumber Foto: Borneonews
Sosial

11.200 Jiwa di Palangka Raya Masih Hidup dalam Kemiskinan

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengungkapkan data terbaru mengenai kondisi sosial ekonomi di wilayah Kota Cantik.

Berdasarkan catatan terkini, jumlah penduduk miskin di Palangka Raya terdata sekitar 11.200 jiwa. Angka ini merupakan bagian dari total populasi penduduk kota yang saat ini telah mencapai kurang lebih 310.000 jiwa.

Zaini menjelaskan bahwa meski persentase kemiskinan tersebut relatif kecil dibandingkan total populasi, pemerintah tetap memberikan perhatian serius.

Ia menegaskan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan kehidupan yang layak, sehingga angka 11.200 jiwa tersebut menjadi target utama dalam program-program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk melakukan validasi data secara berkala agar bantuan sosial maupun program pemberdayaan tepat sasaran," katanya, Jumat, 20 Februari 2026.

Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa intervensi yang diberikan pemerintah benar-benar menyentuh akar permasalahan di lapangan.

Sinkronisasi data antara pemerintah pusat dan daerah pun terus diperkuat untuk meminimalisir adanya warga yang tidak terakomodasi.

Zaini menekankan pentingnya kolaborasi antar-instansi untuk menciptakan lapangan kerja baru dan mendukung sektor UMKM.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang inklusif adalah kunci utama dalam mengurangi angka kemiskinan.

"Dengan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, diharapkan jumlah penduduk miskin dapat berkurang secara signifikan dari tahun ke tahun," ujarnya.

Selain intervensi ekonomi, faktor pendidikan dan kesehatan juga menjadi pilar pendukung yang tak kalah penting.

Pemko terus berupaya memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas agar dapat memutus rantai kemiskinan di masa depan.

Ketersediaan fasilitas kesehatan yang terjangkau juga menjadi prioritas agar beban pengeluaran rumah tangga miskin dapat ditekan.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat dan sektor swasta untuk turut serta dalam upaya penanggulangan kemiskinan ini.