Trump Ancam Khamenei Jelang Negosiasi AS-Iran di Oman
WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump melancarkan perang urat syarat terhadap pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Trump memperingatkan Ali Khamenei untuk seharusnya merasa sangat khawatir.
Padahal kedua negara tengah mempersiapkan negosiasi formal sejak AS membombardir program nuklir Iran tahun lalu.
Militer Iran telah memperingatkan setiap serangan akan dibalas dengan respons langsung dan tegas.
Hal itu termasuk serangan terhadap pasukan dan aset AS di wilayah tersebut.
“Saya rasa ia (Ali Khamenei) seharusnya sangat khawatir. Ya, ia seharusnya khawatir,” ujar Trump dikutip dari CNN, Rabu (4/2/2026).
Trump mengatakan tindakannya adalah untuk mendukung para demonstran yang melakukan tindakan protes ke seluruh Iran, meski tak melakukan tindakan langsung.
Pembelaan Trump kepada para demonstran di Iran dengan ancaman serangan ke negara Asia Barat itu sudah dilakukan sejak bulan lalu.
Pembicaraan antara AS-Iran akan dilangsungkan di Musca, Oman, Jumat (6/2/2026).
Pembicaraan itu akan melibatkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, dan utusan khusus Trump, Steve Witkoff.
Namun, kedua negara dilaporkan memiliki agenda berbeda pada pertemuan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menginformasikan, Pemerintahan Trump ingin negosiasi tak hanya fokus terhadap program nuklir Iran.
Rubio juga menginginkan agar jarak rudal balistik Iran, dukungan negara itu terhadap organisasi perlawanan di seluruh kawasan, juga cara Iran mengurusi rakyatnya termasuk dalam negosiasi.
Sementara Kementerian Luar Negeri Iran dilaporkan ingin negosiasi terbatas pada program nuklir Iran, serta pengangkatan sanksi jadi tuntutan utama.




