Tips Diet Sehat untuk Penderita Asam Urat Saat Berbuka Puasa
Jurnal Indonesia - PALOPOPOS.CO.ID, PALOPO-- Penderita asam urat harus ekstra hati-hati saat berbuka puasa karena keinginan makan yang berlebihan bisa memicu serangan nyeri sendi.
Menurut dr. Ana Adryana, dokter BPJS Kesehatan Palopo yang bertugas di PKM Wara Utara Kota dan pemilik Apotek ZamZam, menerapkan pola makan sehat melalui diet khusus saat berbuka sangat penting untuk menurunkan kadar asam urat dan mencegah kekambuhan.
Minuman yang Dianjurkan dan Dihindari Saat Buka Puasa
Dr. Ana menjelaskan bahwa sebaiknya penderita asam urat mengawali buka puasa dengan minum air putih, bukan minuman manis seperti yang sering dipromosikan iklan produk.
Setelah itu, jus buah alami dengan sedikit gula boleh dikonsumsi agar nutrisinya tetap terjaga. Jika tidak ada buah, kopi menjadi alternatif yang baik karena kandungan antioksidan dan asam fenol klorogenat di dalamnya dapat membantu menurunkan risiko asam urat.
Kontrol Porsi dan Hindari Makanan Tinggi Purin
Selain minuman, dr. Ana juga menekankan pentingnya menghindari porsi besar saat berbuka. "Kelebihan berat badan meningkatkan risiko asam urat. Mengurangi kalori dan menurunkan berat badan bisa mengurangi frekuensi serangan asam urat dan nyeri sendi," jelasnya.
Lebih lanjut, penderita disarankan menghindari makanan tinggi purin seperti jeroan, daging sapi, santan berlemak, emping, dan sate kambing bumbu kacang. "Jika ingin makan sate, pilihlah sate ayam bumbu kecap atau sate lilit ikan. Untuk seafood, ikan lebih dianjurkan daripada udang atau kerang yang mengandung purin tinggi," bebernya.
Perhatikan Konsumsi Sayuran dan Buah
Dr. Ana juga mengingatkan agar penderita asam urat tidak sembarangan makan sayuran hijau. Kenapa? Karena beberapa jenis seperti bayam dan asparagus memiliki kandungan purin tinggi yang dapat memicu encok.




