Purbaya Yudhi Sadewa Turun 9 Kg Usai Jalani Program Diet
Sumber Foto: RM.ID
Lifestyle

Purbaya Yudhi Sadewa Turun 9 Kg Usai Jalani Program Diet

Jurnal Indonesia - RM.id Rakyat Merdeka - Setelah dilantik menjadi Menteri Keuangan (Menkeu) pada 8 September 2025, berat badan Purbaya Yudhi Sadewa menyusut. Ia mengaku sudah turun sekitar 9 kilogram (kg).

Purbaya terlihat lebih kurus dibanding saat masih menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sejumlah foto dan rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan wajah Purbaya tampak lebih tirus dibandingkan sebelumnya.

Para wartawan pun mengkonfirmasi penyebab turunnya berat badan Purbaya. Apalagi, muncul persepsi di publik, hal itu karena tekanan pekerjaan.

Purbaya langsung menampik anggapan tersebut. Ia menyebut, agak kurus karena sedang menjalani program diet.

"Nggak (karena tekanan pekerjaan). Diet sedikit lah, biasa ini," ujar Bendahara Negara itu, di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Purbaya menganggap, turunnya berat badan justru menguntungkan. Penurunan ini membuat tubuhnya terasa lebih ringan. "(Turunnya) 8-9 kilo lah, lumayan kan (kurus)," ucapnya.

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing menilai, perubahan penampilan pejabat publik sering kali memunculkan berbagai persepsi di masyarakat. Menurutnya, publik kerap mengaitkan perubahan fisik seorang pejabat dengan beban tanggung jawab yang sedang diemban.

Emrus menjelaskan, jabatan strategis seperti Menkeu selalu mendapat sorongan publik yang tinggi. Karena itu, perubahan sekecil apa pun, termasuk penampilan fisik, mudah menjadi bahan perbincangan, terutama di media sosial.

“Dalam komunikasi politik, penampilan fisik pejabat sering dimaknai sebagai simbol dari beban tugas yang mereka jalankan. Ketika seorang pejabat terlihat lebih kurus atau berbeda dari sebelumnya, publik bisa menafsirkannya sebagai dampak dari tekanan pekerjaan,” ujar Emrus, Jumat (13/3/2026).

Namun, ia menyarankan masyarakat sebaiknya tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Sebab, perubahan fisik seseorang bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari pola hidup, kesehatan, hingga pilihan pribadi seperti menjalani program diet.

“Jadi, tidak selalu perubahan fisik itu identik dengan tekanan pekerjaan. Bisa saja itu bagian dari gaya hidup baru atau upaya menjaga kesehatan,” katanya.

Emrus menambahkan, di era media sosial, figur publik sulit lepas dari pengamatan masyarakat. Karena itu, segala perubahan yang terlihat di ruang publik hampir selalu memicu diskusi dan pemaknaan yang beragam dari masyarakat.