Pakar Ingatkan Risiko Kesehatan Tren Diet Plastic Wrapped Eating di TikTok
Sumber Foto: Parapuan
Lifestyle

Pakar Ingatkan Risiko Kesehatan Tren Diet Plastic Wrapped Eating di TikTok

Jurnal Indonesia - Parapuan.co - Berbagai metode penurunan berat badan kerap menjadi perbincangan di media sosial. Sayangnya, tidak semua tren yang viral benar-benar aman untuk dicoba. Belakangan, muncul tren unik di TikTok China yang dikenal sebagai plastic wrapped eating, dan para ahli mulai mengingatkan risiko kesehatannya.

Tren ini melibatkan praktik membungkus mulut dengan plastik bening (cling film) sebelum makan. Setelah itu, seseorang memasukkan makanan ke dalam mulut, mengunyahnya dengan kuat tanpa menelannya, lalu memuntahkannya kembali. Metode ini diklaim sebagai cara menikmati sensasi makan tanpa benar-benar mengonsumsi kalori.

Bagi sebagian pengguna media sosial, cara ini dianggap sebagai trik diet cepat. Namun, para ahli kesehatan menilai praktik tersebut berpotensi memicu berbagai masalah, baik secara fisik maupun mental.

Bagaimana Cara Kerja Tren Ini?

Konsep di balik tren ini sebenarnya sederhana, yaitu orang tetap merasakan tekstur dan rasa makanan, tetapi tidak menelannya. Dengan demikian, mereka berharap otak akan menerima sinyal “kenyang” tanpa tubuh benar-benar mendapatkan asupan kalori.

Sekilas, cara ini mungkin terdengar seperti tantangan unik di internet. Namun para ahli menilai praktik tersebut mirip dengan perilaku “chew and spit” yang kerap dikaitkan dengan gangguan makan.

Selain itu, penggunaan plastik sebagai pembatas antara mulut dan makanan juga menimbulkan sejumlah risiko kesehatan. Pahami risiko tren plastic wrapped eating seperti melansir NDTV berikut ini, yuk.

1. Bahaya Mikroplastik

Salah satu risiko paling mengkhawatirkan adalah paparan mikroplastik. Ketika seseorang mengunyah makanan dengan lapisan plastik di mulut, potongan kecil plastik bisa saja terlepas dan bercampur dengan air liur atau sisa makanan.