Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Turun, ICW Catat Lima Hal Penting
Jurnal Indonesia - Indeks Persepsi Korupsi (CPI) Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, dengan skor 34 dari 100 pada laporan Transparency International untuk tahun 2025, turun 3 poin dari tahun sebelumnya dan merosot ke peringkat 109 dari 99.
Awal Kejadian
Transparency International merilis CPI untuk 182 negara, di mana Indonesia mencatatkan penurunan yang menjadi perhatian dari Indonesia Corruption Watch (ICW). ICW mengaitkan penurunan skor ini dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang dinilai memperkuat ekosistem kekuasaan yang menormalisasi praktik-praktik korupsi.
Perkembangan
ICW menyatakan bahwa penurunan peringkat ini menunjukkan kurangnya komitmen Presiden Prabowo dalam pemberantasan korupsi. Mereka merujuk pada laporan IMD Business School yang mencatat bahwa prevalensi suap dan korupsi di Indonesia turun drastis dari 45 menjadi 26 poin. Hal ini mencerminkan bahwa upaya penindakan terhadap korupsi dalam setahun terakhir belum memberikan efek jera yang nyata.
ICW juga mengamati ketiadaan legislasi yang mendorong agenda antikorupsi, termasuk tidak adanya langkah untuk mengembalikan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) ke versi sebelum revisi 2019.
Kondisi Terakhir
Selain itu, ICW mencatat bahwa konflik kepentingan, seperti pembagian jabatan strategis kepada keluarga dan kroni, turut berkontribusi pada penurunan CPI. Hal ini terlihat dalam pembentukan kabinet yang gemuk dan pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan yayasan terafiliasi dengan partai politik serta aparat penegak hukum.




