Galih Dimuntur: Empat Pilar Kebangsaan Harus Dikuatkan untuk Persatuan Indonesia
Sumber Foto: Kompasiana.com
Nasional

Galih Dimuntur: Empat Pilar Kebangsaan Harus Dikuatkan untuk Persatuan Indonesia

Jurnal Indonesia - KOMPASIANA.COM MAJALENGKA - Anggota DPR RI/MPR RI Dapil Jawa Barat IX, Galih Dimuntur Kartasasmita, menegaskan bahwa penguatan nilai-nilai kebangsaan tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Hal itu disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kabupaten Majalengka, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Pemuda Majalengka tersebut dihadiri kalangan pemuda dan pemudi. Dalam forum itu, Galih menekankan bahwa sosialisasi Empat Pilar merupakan mandat konstitusional yang melekat pada dirinya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia.

Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi tekanan global, arus informasi tanpa batas, hingga potensi polarisasi sosial yang bisa menggerus persatuan. Karena itu, penguatan Empat Pilar bukan pilihan, melainkan keharusan.

Empat Pilar yang dimaksud meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam kutipan resminya, Galih menjelaskan makna mendasar dari masing-masing pilar tersebut.

"Pancasila adalah sumber dari segala sumber nilai dalam kehidupan berbangsa. Ia menjadi kompas moral dan ideologi negara. UUD 1945 adalah aturan main yang mengikat seluruh penyelenggara negara dan warga negara tanpa kecuali. NKRI adalah bentuk final negara yang tidak bisa diganggu gugat. Sedangkan Bhinneka Tunggal Ika adalah prinsip persatuan dalam keberagaman yang menjadi kekuatan utama Indonesia," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa keempat pilar tersebut harus dipahami secara utuh dan tidak parsial.

"Tidak bisa kita bicara NKRI tanpa menghormati konstitusi. Tidak bisa kita mengaku Pancasilais jika tidak menjunjung tinggi toleransi dan keadilan sosial. Empat Pilar ini satu kesatuan yang saling menguatkan. Jika satu melemah, maka fondasi kebangsaan ikut goyah," ujar Galih.

Menurutnya, implementasi Empat Pilar harus tampak dalam sikap konkret, mulai dari menghargai perbedaan, menaati hukum, menjaga persatuan, hingga berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi yang sehat.

Galih juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap persatuan kerap hadir dalam bentuk disinformasi dan provokasi di ruang digital. Karena itu, generasi muda diminta menjadi garda terdepan dalam menjaga narasi kebangsaan.