Tips Sehat Sahur dengan Mi Instan agar Energi Tetap Stabil
Jurnal Indonesia -
detikHealth Konsultasi
Kolom Gizi
Tetap 'Strong' Meski Cuma Sahur Mi Instan? Bisa Saja, Begini Caranya
detikHealth
Minggu, 08 Mar 2026 07:02 WIB
Ditulis oleh:
Fitri Isnia Nuryani, S.Pt
Sarjana peternakan dari IPB University dengan peminatan pada nutrition and feed technology. Saat ini merupakan peserta program Maganghub Kementerian Ketenagakerjaan, sebagai penulis artikel gaya hidup
Jakarta -
Bangun sahur yang terlalu dekat dengan waktu imsak membuat pilihan menu sahur serba terbatas, harus yang serba praktis. Mi instan jadi penyelamat karena cepat dimasak dan rasanya familiar di lidah. Namun di balik kepraktisannya, jika dikonsumsi berlebihan dengan seluruh bumbunya, tubuh akan menahan lebih banyak cairan untuk menjaga keseimbangan kadar garam dalam darah.
Kondisi ini dapat memicu rasa haus lebih cepat saat berpuasa. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan bahwa keseimbangan natrium dan kalium berperan penting dalam menjaga tekanan darah serta fungsi otot dan saraf. Ketika asupan natrium tinggi tetapi kalium rendah, keseimbangan elektrolit bisa terganggu, yang pada sebagian orang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, pusing, atau tubuh terasa lebih lemas.
Karena saat puasa tubuh tidak mendapat asupan cairan selama berjam-jam, efek rasa haus akibat konsumsi natrium tinggi bisa terasa lebih signifikan dibanding hari biasa. Meski begitu, bukan berarti sahur dengan mi instan harus langsung dianggap "gagal sehat". Ada cara cerdas untuk mengimbanginya agar tubuh tetap lebih stabil dan energi tidak cepat drop sepanjang hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apa saja yang bisa dilakukan agar sahur mi instan tetap lebih ramah bagi tubuh?
Baca juga: Puasa Kok Berat Badan Malah Naik, Apa yang Salah?
ADVERTISEMENT
Peran Kalium dan Serat dalam Menyeimbangkan Mi Instan
Untuk membantu menyeimbangkan asupan natrium dari mi instan, tubuh membutuhkan kalium yang cukup. Kalium berperan dalam menjaga keseimbangan cairan, fungsi otot, dan tekanan darah.
Menurut National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements, kalium membantu mengurangi efek natrium terhadap tekanan darah dengan mendukung pembuangan natrium melalui urine serta merelaksasi dinding pembuluh darah. Karena itu, rasio natrium-kalium yang seimbang penting untuk menjaga stabilitas tubuh.
Buah seperti pisang dan pir termasuk sumber kalium yang baik. Selain itu, keduanya juga mengandung serat. Laman Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa serat (terutama serat larut seperti pektin) membantu memperlambat penyerapan karbohidrat, menjaga kadar gula darah lebih stabil, serta membuat rasa kenyang bertahan lebih lama.
Dalam konteks sahur, kombinasi kalium dan serat ini membantu:
Menjaga keseimbangan cairan tubuh
Mengurangi risiko rasa haus berlebihan
Membantu energi lebih stabil sepanjang hari
Artinya, menambahkan buah tinggi kalium dan serat saat sahur bukan untuk "menetralisir" mi instan, melainkan membantu tubuh tetap seimbang secara fisiologis.
Baca juga: Tips Puasa 'Ramah' Ginjal, Hati-hati Jika GFR Tinggal Segini
Trik Memperbaiki Nutrisi Jika Terpaksa Sahur Mi Instan Foto: infografis detikHealth
Cara Lebih Aman Konsumsi Mi Instan Saat Sahur
Jika memang terpaksa sahur dengan mi instan, beberapa tambahan berikut bisa membantu membuat komposisinya lebih seimbang:
1. Kurangi penggunaan bumbu instan
Gunakan setengah bumbu untuk menekan asupan natrium. Menurut WHO, batas konsumsi natrium yang dianjurkan adalah kurang dari 2.000 mg per hari. Mengurangi bumbu adalah langkah paling sederhana untuk mengendalikan asupan garam sejak awal.
2. Tambahkan sumber protein (telur, ayam, tahu, tempe)
Protein membantu memperlambat pengosongan lambung sehingga rasa kenyang lebih tahan lama. Dikutip dari laman Harvard T.H. Chan School of Public Health, protein berperan dalam menjaga kestabilan energi dan membantu mencegah lonjakan serta penurunan gula darah yang terlalu cepat. Ini penting agar tubuh tidak cepat lemas di siang hari.
3. Tambahkan sayuran tinggi kalium dan serat
Sayuran membantu meningkatkan asupan serat dan beberapa di antaranya juga mengandung kalium yang mendukung keseimbangan natrium.
Contoh sayur yang bisa ditambahkan:
Bayam mengandung kalium dan folat
Brokoli kaya serat dan vitamin C
Wortel sumber serat dan beta-karoten
Sawi mengandung kalium dan air cukup tinggi
Menurut National Institutes of Health (NIH), kalium membantu menyeimbangkan efek natrium dalam tubuh, sementara serat membantu menjaga kestabilan gula darah dan memperpanjang rasa kenyang.
Baca juga: Puasa Kok Berat Badan Malah Naik, Apa yang Salah?
4. Konsumsi buah tinggi kalium setelah makan
Buah bisa membantu menambah kalium sekaligus cairan alami. Contoh buah yang direkomendasikan:
Pisang tinggi kalium dan vitamin B6 untuk metabolisme energi
Pir kaya serat larut (pektin) yang membantu stabilitas gula darah
Jeruk mengandung kalium dan air tinggi
Pepaya mengandung kalium dan serat
Alpukat salah satu buah dengan kandungan kalium tinggi
Keseimbangan natrium dan kalium penting untuk menjaga tekanan darah dan fungsi otot tetap optimal. Saat asupan natrium tinggi, memastikan kalium cukup dapat membantu tubuh mempertahankan keseimbangan elektrolit.
5. Cukupi asupan cairan sebelum imsak
Minum cukup air membantu tubuh mengelola keseimbangan cairan. Saat natrium tinggi tetapi asupan cairan kurang, rasa haus saat puasa bisa terasa lebih berat.
Dengan penambahan bahan yang tepat, mi instan dapat dilengkapi agar nilai gizinya lebih beragam dan mendukung kebutuhan energi saat berpuasa.
Baca juga: Sahur Mepet Cuma Makan Mi Instan? Ini yang Akan Terjadi di Tubuh Selama Puasa
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Video Viral Pria Cuci Darah di Usia 20-an, Ngaku Sering Makan Mie Instan"
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
mi instan kolom gizi sahur tips puasa sehat ramadan 2026 langkah emas raih kemenangan bsi ramadan 2026
Sahur Sehat Awet Kenyang
12 Konten
Memilih menu sahur merupakan bagian dari strategi dalam menjalani puasa Ramadan dengan lancar dan nyaman. Salah pilihan menu bisa berakibat lemas seharian, atau cepat lapar sebelum waktu berbuka tiba.
Konten Selanjutnya
Waspadai Natrium Tersembunyi di Balik Menu Sahur Serba Praktis
Infografis: Terpaksa Sahur Pakai Mi Instan? Begini Mengakalinya Biar Nutrisinya Lengkap
Lihat Koleksi Pilihan Selengkapnya
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikNews
Ancaman Terbaru AS untuk Iran
detikInet
Muhammad Yusuf Ateh Diangkat sebagai Komisaris Telkomsel
Wolipop
Foto Kamar Bayi Amanda Manopo, Berkonsep Skandinavian Dengan Warna Earth Tone
detikHealth
Wanti-wanti Dokter Gizi soal Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok
detikHot
Azriel Hermansyah Lulus S2, Spesial Banget Bisa Wisuda Bareng Anang-Ashanty
detikFood
Baru 2 Hari Buka, Begini Penampakan Restoran Sederhana di Singapura
detikFinance
BPH Migas Bongkar Modus Penyalahgunaan BBM Subsidi Pakai Pola 'Helikopter'
Sepakbola
Rafael Leao Merasa Sudah Selesai di AC Milan, Ingin Cari Tantangan Baru
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media
Hide Ads




