Gubernur NTB Pantau Harga dan Siapkan Subsidi Angkut Jelang Ramadan
Jurnal Indonesia - RADARBANGSA.COM - Kenaikan kebutuhan bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Untuk memastikan harga tetap terkendali dan pasokan aman, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal turun langsung memantau kondisi pasar di Kabupaten Lombok Barat, Rabu (26/2/2026), dalam rangkaian Safari Ramadan.
Di sela agenda silaturahmi, Miq Iqbal menyempatkan diri meninjau aktivitas perdagangan di Pasar Gerung. Ia berdialog dengan pedagang serta memeriksa perkembangan harga sejumlah komoditas strategis.
Baca juga : KONI Jatim Matangkan Pembinaan Atlet Jelang PON XXII 2028
Hasil pemantauan menunjukkan, tekanan inflasi di beberapa wilayah NTB dipicu lonjakan harga cabai, terutama di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat.
“Inflasi kita naik karena harga cabai meningkat di Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Lombok Barat. Ternyata dalam satu pasar saja bisa ada perbedaan harga. Tadi saya sudah bicara dengan enumerator agar menggunakan harga terendah di pasar sebagai acuan pencatatan,” ujar Gubernur.
Baca juga : Potret Lebaran Topat Lombok: Pesta Ribuan Warga & Tradisi Unik Anak-anak
Ia menjelaskan, untuk komoditas daging sapi, harga masih berada di kisaran acuan pemerintah. Adapun daging ayam mulai mengalami kenaikan tipis, seiring naiknya harga ayam hidup dari pemasok.
“Alhamdulillah harga daging masih sesuai harga acuan. Daging ayam memang mulai naik sedikit karena harga ayam hidupnya naik. Nanti kita minta dilakukan pengecekan ke pemasok bersama pihak terkait agar distribusinya tetap lancar,” tegasnya.
Baca juga : Dikenal Sebagai Lebaran Nina, Tradisi Topat Senggigi Pikat Turis Asing
Sementara itu, harga minyak goreng, beras, dan bawang disebut masih relatif stabil. Cabai menjadi komoditas paling fluktuatif karena sangat dipengaruhi faktor cuaca dan musim, yang belakangan menyebabkan gagal panen di sejumlah sentra produksi.
“Cabai ini memang tidak termasuk komoditas yang bisa diintervensi langsung seperti beras, minyak, dan gula. Mekanismenya sangat dipengaruhi supply dan demand. Apalagi saat ini banyak yang gagal panen karena cuaca,” jelasnya.
Mengantisipasi lonjakan lebih lanjut, Pemprov NTB mengambil langkah stabilisasi. Distributor didorong untuk mendatangkan pasokan dari luar daerah. Pemerintah juga menawarkan fasilitasi subsidi biaya angkut truk dari Jawa menuju NTB melalui dukungan Badan Pangan.
“Kita sudah dorong distributor dari Lombok Tengah dan Lombok Timur untuk ambil pasokan dari luar. Bahkan kita tawarkan fasilitasi biaya angkut truk dari Jawa ke NTB secara gratis melalui dukungan Badan Pangan. Ini untuk menekan harga agar tetap terjangkau masyarakat,” tambahnya.
Selain penguatan distribusi, Pemprov NTB menggelar pasar murah sembako di sejumlah titik selama Ramadan sebagai upaya langsung membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kita ingin memastikan masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa khawatir terhadap lonjakan harga kebutuhan pokok,” tutup Gubernur.
Pemerintah Provinsi NTB menegaskan akan terus memantau dinamika harga dan siap mengambil langkah cepat serta terukur demi menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan kebutuhan pokok di seluruh wilayah NTB.
Reporter : Arif Setiawan
Redaktur : Rahmad Novandri
KATA KUNCI
NTB Ramadan Sidak Pasar Gerung Bahan Pokok
BACA JUGA
Santri Ponpes BIMA Tembus Rusia hingga China, Cak Imin: Ini Modal Indonesia Emas!
Sukarno Coffee Fest 2026 Dorong Industri Kopi Lokal Blitar
Presiden Prabowo Pangkas BUMN untuk Efisiensi dan Transparansi




