Diet Vegetarian Terbukti Turunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker
Sumber Foto: Vietnam.vn
Lifestyle

Diet Vegetarian Terbukti Turunkan Risiko Beberapa Jenis Kanker

Jurnal Indonesia - Sebuah studi berskala besar yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal medis Inggris, Journal of Cancer, menemukan bahwa satu jenis diet dapat membantu mengurangi kejadian beberapa jenis kanker.

Studi ini dipimpin oleh para ahli di Unit Epidemiologi Kanker Fakultas Kedokteran Universitas Oxford (Inggris), dengan pendanaan dari World Cancer Research Fund. Para penulis mengumpulkan data dari lebih dari 1,8 juta orang dari tiga benua, termasuk Eropa, Amerika, dan Asia, yang dipantau selama 16 tahun.

Para peneliti membandingkan risiko terkena 17 jenis kanker yang berbeda di antara lima pola makan yang berbeda:

Pilihan makanan yang membantu mengurangi risiko kanker.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan mengonsumsi daging merah dan daging olahan, diet vegetarian yang mencakup telur dan produk susu membantu mengurangi:

Risiko terkena multiple myeloma (sejenis kanker darah) sebesar 31%.

Risiko kanker ginjal sebesar 28%.

Risiko kanker pankreas sebesar 21%.

Risiko kanker prostat sebesar 12%.

Menurut British Journal of Cancer, risiko terkena kanker payudara adalah 9%.

Para peneliti menjelaskan bahwa hasil positif ini mungkin berasal dari fakta bahwa vegetarian cenderung mengonsumsi lebih banyak buah, sayuran, dan serat, serta menghindari daging olahan.

Khusus untuk kanker usus besar, meskipun mengonsumsi ikan dan makanan laut mengurangi risiko hingga 15%, diet vegetarian yang mencakup telur dan produk susu justru meningkatkan risiko, begitu pula risiko kanker kerongkongan. Para peneliti menjelaskan bahwa hal ini mungkin disebabkan oleh kurangnya nutrisi tertentu yang hanya ditemukan dalam produk hewani.

Apa temuan dari penelitian lain?

Sebuah studi yang diterbitkan pada Agustus 2025 di The American Journal of Clinical Nutrition, yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Loma Linda (AS), melibatkan 79.468 peserta yang diikuti selama hampir delapan tahun dan menemukan bahwa dibandingkan dengan diet non-vegetarian, vegetarianisme membantu mengurangi:

Risiko terkena kanker secara umum adalah 12%.

Risiko kanker lambung sebesar 45%.

Risiko limfoma sebesar 25%.

Risiko kanker kolorektal sebesar 21%.

Dengan demikian, meskipun ada beberapa perbedaan terkait kanker kolorektal dan esofagus, secara keseluruhan, berfokus pada makanan nabati dan membatasi daging merah dan olahan sebenarnya membantu mengurangi risiko banyak jenis kanker.

Para peneliti menyimpulkan bahwa untuk mencegah kanker, makanan nabati harus diprioritaskan dan daging merah, terutama daging olahan, harus dibatasi. Mereka juga menekankan perbedaan penting antara jenis-jenis kanker dan peran berbagai jenis diet.