Catatan Perjalanan ke KM 0 Merauke
Sumber Foto: KBA News
Catatan Indonesia

Catatan Perjalanan ke KM 0 Merauke

Jurnal Indonesia - Pemerintah diharapkan lebih hadir di wilayah perbatasan Indonesia, terutama di Merauke, yang menjadi simbol kedaulatan bangsa.

Awal Kejadian

Perjalanan dimulai dari Jakarta pada pukul 22.00 WIB, Rabu, 11 Februari 2026, dengan transit di Jayapura sebelum mendarat di Merauke sekitar pukul 10.00 WIT. Setibanya di Bandara Merauke, rombongan disambut oleh Ketua DPW Gerakan Rakyat Papua Selatan, Bung Simon, dan Sekretaris DPW, Bung Daldiri.

Perkembangan

Rombongan menuju Pasar Merauke, di mana interaksi dengan mama-mama Papua berlangsung hangat. Mereka berbelanja berbagai kebutuhan sehari-hari, menciptakan hubungan ekonomi yang erat. Namun, di sisi lain, sekelompok anak muda dan pace Papua mengungkapkan protes mengenai pengelolaan parkir yang dianggap tidak adil, menunjukkan keinginan mereka untuk bekerja dan mendapatkan keadilan. Kunjungan dilanjutkan ke Kampung Nelayan Bahari Merauke, di mana perhatian tertuju pada anak-anak yang menerima buku dan pulpen sebagai dorongan untuk belajar. Di Kampung Payung, masyarakat melakukan pembibitan mangrove secara swadaya, dan rombongan turut menanam 200 bibit mangrove sebagai simbol keadilan ekologis. Namun, kondisi rumah warga masih tidak layak, dan aspirasi untuk pendidikan yang lebih baik pun muncul.

Kondisi Terakhir

Pada akhirnya, perjalanan berakhir di titik KM 0 Merauke, yang menjadi refleksi tentang pentingnya memperhatikan wilayah perbatasan. Diskusi dengan jajaran DPW Gerakan Rakyat Papua Selatan berlangsung pada malam hari, dan keesokan harinya, rombongan kembali ke bandara dengan catatan penting: pemerintah harus hadir di wilayah perbatasan untuk menjaga kehormatan dan jati diri bangsa, serta memastikan keadilan sosial bagi masyarakat.