Nasional

Yusuf Mansur Hapus Postingannya Soal Nusron Wahid

Jurnalindonesia.id – Pagi tadi Ustaz Yusuf Mansur sempat melontarkan kritik ke arah mantan Ketua Timses Ahok, Nusron Wahid lewat akun Instagram yusufmansurnew. Kritikan tersebut berisi soal sikap Nusron yang dinilai arogan kepada ulama.

Namun, sore ini, postingan tersebut sudah dihapusnya.

Saat dilihat, Rabu (12/10/2016) pukul 16.00 WIB, postingan tulisan dan video Yusuf yang mengkritik Nusron sudah tidak ada lagi di akun Instagram yusufmansurnew.

Postingan berupa video dan tulisan itu sudah dihapus Yusuf.

yusufmansur

Di postingan terbarunya, Yusuf mengunggah tulisan kritikan terhadap dirinya gara-gara mengkritik Nusron. Karena itulah dia kemudian menghapus postingannya di Instagram. Berikut penjelasan Yusuf:

“Insya Allah saya enggak ada masalah dengan KH Abdurrahman Wahid. Saya pengagum beliau. Guru saya bahkan. Saya lebih dari sekali ziarah ke makamnya. Di satu sisi, saya jarang terlibat dan melibatkan diri dengan yang namanya turun ke jalan. Insya Allah. Saya menghargai kawan-kawan. Ya sudah. Sebentar lagi saya hapus semua postingan itu, bila itu melukai. Mohon doanya.”

Namun saat ini postingan tersebut di atas juga sudah dihapus di akun yusufmansurnew.

Yusuf Mansur nilai Nusron Wahid arogan dan tak menghargai ulama

Sebelumnya, ustaz Yusuf Mansur mengaku sedih. Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu lewat akun Instagram-nya, yusufmansurnew. Sambil bercucuran air mata, dia memohon agar anak-anak Indonesia tidak bersikap kurang ajar terhadap ulama.

Dikatakan Yusuf, para ulama juga manusia yang tak terlepas dari dosa. Semua orang punya keburukan. Karena itu, anak-anak bangsa dimintanya untuk meniru hal-hal yang positif dari para ulama, sementara yang negatif jangan diikuti.

Ustaz Yusuf Mansur

Ustaz Yusuf Mansur menangis (Instagram/yusufmansurnew)

Yusuf mengungkapkan kesedihannya itu sambil bercucuran air mata. Berikut pernyataan lengkap Yusuf:

Saya dan kita semua, berdoa dan doakan pak Haji Nusron. Spy amarah. Apalagi sampe penuh amarah. Tdk arogan. Menghargai ulama, menghargai para guru, yang dari para gurunyalah Nusron bs baca Ayat Suci,” kata Ustaz Yusuf Mansur dalam Instagram pribadinya, Selasa (12/10).

Kalau bukan dari para guru dan para ulama, yang terus bersambung kepada Rasul, darimana beliau dan kita semua bisa tau baca dan paham makna ayat demi ayat?“.

Satu hal. Nusron sahabat kita. Sama2 ummat Nabi. Adalah salah kalau kita yang malah saling berperang. Adalah salah kalau kita yang malah saling menyerang. Semoga tidak perlu lagi di antara kita saling menyerang sendiri. Jangan ampe salah milih musuh“.

Jadi, saling meluruskan boleh. Saling menasihari boleh. Tapi jadi saling bertikai, meledek, merendahkan, tidak menganggap satu sama lain, maka itu yg ga boleh. Hrs krn Allah semua. Dan yang terpenting, saling doa. Jangan biarkan justru kita yang saling berantem“.

Saya pribadi, banyak2 minta didoakan. Bertambah lagi pelajaran utk saya, anak bawang ini. Untuk menghargai orang2 tua, utamanya para guru dan ulama. Tidak meninggikan suara di hadapan ulama. Apalagi disaksikan jutaan orang, yg kelak akan jadi value tersendiri. Value yg ngeri kalau jd standar anak2 muda. Oh boleh ya? melotot dan ngomelin ulama? Ngeri sekali“.

Jangan sampe saya malah menghina dan merendahkan ulama, tanpa batas. Semua ulama jadinya. Dan itu berartu, ulama terdahulu, sampe ulama akhir zaman. Sedang, satu ulama saja, “beracun dagingnya”. Maksudnya gmn?“.

Jika kita ga suka, apalagi saling merendahkan, membenci, ribut, sama ulama. Kitalah yang hancur. Kualat kalo bahasa gampangnya mah. Ini pelajaran tambahan lagi buat saya setelah liat rekaman ILC. Selain jadi ladang amal utk berdoa, mendoakan dan minta didoakan“.

Terus terang, saya nangis. Yaa Allah, selamatkan ummatnya Nabi ini. Apalagi ini Bulan Suci. Yaaa Allah, tolong lah kami. Hilangkan semua penyebab kami menjadi gaduh ini,” tutupnya.

Tanggapan Nusron Wahid: Kalau Ngomong Kelihatan Melotot, Tidak Ganteng Seperti Antum

Menanggapi postingan tersebut, Nusron membantah jika dalam diksusi tersebut, dirinya memplototi ulama, melainkan wajahnya sudah seperti itu.

Nusron Wahid

Nusron Wahid

“Memang beginilah saya dilahirkan dengan wajah seperti ini. Kalau ngomong kelihatan melotot. Tidak ganteng seperti antum. Ya inilah saya memang marah melihat keadaan NKRI yang terganggu dengan pemahaman ayat yang sempit. Sebagaimana kyai dan guru-guru saya juga marah. Semoga antum mahfum. Sebagian kyai dan guru-guru saya juga marah Indonesia diganggu seperti ini,” katanya seperti dikutip dari detik.com

Nusron juga mengaku sangat menghormati para ulama. Kalau saat berbicara kelihatan seperti melotot, memang suah diseperti itu.

“Saya tidak melotot-melotot kepada ulama. Kalau saya ngomong ya memang begini,” kata Nusron.

 

Artikel Lain