Kriminal, Pendidikan

Viral Video Guru Ngamuk ke Siswa Secara Brutal di Dalam Kelas

Beredar viral video yang memperlihatkan seorang guru menganiaya siswa dengan brutal.

Menurut informasi, peristiwa itu terjadi di Pangkalpinang, Bangka Belitung. Namun sumber lain juga menyebutkan video itu terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat.

Kabarnya, penganiayaan brutal tersebut dipicu oleh korban yang memanggil guru tersebut dengan nama langsung, tanpa menggunakan sapaan ‘Pak’.

Lihat videonya berikut:

Brutal! Guru ngamuk ke murid kaya preman

Kelewatan ini mah. Mabok kali gurunya. Baca selengkapnya http://cowok.co/?p=2840

Posted by Tabloid Pria on Sunday, 5 November 2017

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun angkat bicara terkait peristiwa tersebut.

KPAI pun mengutuk keras kebrutalan yang dilakukan pengajar terhadap anak didiknya itu.

“Ini sudah masuk kategori penganiayaan berat, karena tidak sekadar ditampar, tetapi siswa pun dibenturkan kepalanya ke dinding. Diduga akibat benturan tersebut, ananda korban mengalami sakit di kepala,” ujar Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan tertulisnya, Senin (6/11/2017).

Retno juga menyoroti ulah oknum guru yang melakukan aksi kekerasannya di hadapan siswa lain. Ada siswa yang mencoba untuk melerai namun oknum guru ini malah semakin meningkatkan aksi kekerasannya.

“Guru semacam ini sangat membahayakan bagi keselamatan psikologis dan fisik anak-anak karena tak mampu mengontrol emosi. Yang bersangkutan harus dievaluasi secara kepegawaian oleh Dinas terkait apakah masih patut menjadi guru,” ungkap Retno.

“Dalam 4 bulan terakhir, bidang pendidikan KPAI banyak menerima pengaduan terkait kasus kekerasan di pendidikan. Bahkan penanganan kasus kekerasan di sekolah mencapai angka 34% dari total kasus yang diterima terhitung sejak pertengahan Juli- awal November 2017. Adapun wilayah kejadian meliputi DKI Jakarta, Sukabumi, Indramayu, Bekasi, Bangka Belitung, Kota Medan, Padangsidempuan, Muaro Jambi, Lombok Barat, Aceh, dan lain-lain,” tutup Retno.

Sebagai tindak lanjut, KPAI pun mendatangi Mendikbud Muhadjir Effendy hari Senin ini juga. KPAI juga siap berkoordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta LPSK.

Komisioner KPAI bidang pendidikan Retno Listyarti menyambangi kantor Kemendikbud bersama Asisten Deputi Perlindungan Anak dari Kekerasan dan Ekploitasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) Ratih Rahmawati.

Sedianya KPAI berencana menemui Mendikbud Muhadjir Effendy, namun karena sang menteri sedang ada agenda lain, akhirnya mereka bertemu pejabat Kemendikbud yang lain.

Di kesempatan itu, Retno meminta Kemendikbud untuk mencari tahu lokasi persis dari kejadian di video viral itu. Sebab, menurutnya, KPAI hanya berfungsi untuk mengawasi instansi dan lembaga agar menjamin terhadap perlindungan anak.

“Kami mengawasi instansi untuk membuktikan itu terjadi di mana dan kapan peristiwa itu terjadi tetapi dari penelusuran yang dilakukan memang ada satu video yang terjadi di Pangkalpinang. Kemudian kami juga mendapatkan informasi bahwa ada juga video yang terjadi di Bogor, nah kesimpangsiuran ini mestinya, Kemendikbud yang mencari karena kan dia memiliki jaringan di seluruh dinas pendidikan sekota-kabupataen di Indonesia,” kata Retno di kantor Kemendikbud, Jalan Sudirman, Jakarta, Senin (6/11/2017).

Lebih lanjut, Retno juga mengusulkan agar pelaku yang melakukan kekerasan terhadap anak ini diberi sanksi yang tegas. Dengan begitu, pelaku akan merasa jera dan tidak melakukan kekerasan serupa lainnya.

“Harus diproses, di BAP. yang kedua, harus diproses secara pidana, kalau dalam UU Perlindungan anak terkena pasal 80 ya hukumannya bisa tiga setengah tahun penjara,” jelasnya.

“Kalau dia seorang PNS, maka bisa terkena namanya PP 53 tahun 2010. Itu ada ketentuan dalam situ bagi guru-guru yang melakukan tindakan semacam itu,” imbuh dia.

Artikel ini sudah diterbitkan di Cowok.co

Komentar Facebook

You Might Also Like