Kriminal, Nasional

[Video] Ridwan Kamil Dapati Pasangan Sedang Mesum saat Gerebek Tempat Pijat Plus di Dago

Ridwan Kamil
Ridwan Kamil grebek tempat pijat plus-plus

Jurnalindonesia.id – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menggerebek tempat pijat plus di kawasan Dago. Dalam aksi tersebut, Emil, sapaan Ridwan, sempat memergoki terapis dan seorang pria sedang berbuat mesum.

Sontak, kedatangan Emil, membuat terkejut sejumlah pegawai termasuk terapis perempuan cantik yang tengah berada di dalam gedung pijat mesum.

Emil datang sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat (23/9/2016). Dia datang hanya diidampingi ajudan tanpa dikawal Satpol, dan langsung merangsek area spa berlabel ILLVSION, Jalan Djuanda (Dago), Kota Bandung.

Sekitar lima menit wartawan tertahan karena pegawai mengunci pintu utama. Sementara Emil sudah lebih awal masuk.

Setelah ajudan Emil memerintahkan pintu dibuka, wartawan berhamburan memburu momen. Terlihat Emil melangkah menuju kamar-kamar.

“Keluar!” kata Emil saat melihat perempuan muda kembali masuk ke dalam kamar.

Seorang lelaki paruh baya memakai pakaian handuk terlihat bergegas keluar dari kamar tersebut.

“Jangan difoto atuh,” kata terapis berambut panjang itu menghindari jepretan kamera wartawan.

Emil mengenakan rompi hitam dan bertopi ini menyisir lorong yang kanan kirinya kamar tempat pijat. Namun pintu tertutup rapat dan tak ada orang menyahut.

“Tadi saya OTT (operasi tangkap tangan). Ada satu kamar yang kena OTT sedang melakukan perbuatan asusila. Dua kamar lagi dua terapisnya buligir (telanjang),” kata Emil kepada wartawan.

“Saya tidak mungkin bergerak tanpa bukti. Tempat ini terbukti ada aktivitas seksual dengan transaksi,” ucap Emil.

Setelah itu, Emil mengumpulkan sekitar 30 terapis yang sebagiannya berpenampilan seksi di salah satu ruangan.

“Iya di sini ada begituan (layanan hubungan seks),” jawab seorang terapis saat ditanya Emil.

Wali Kota Bandung sempat geleng-geleng kepala mengecek KTP milik terapis di tempat spa tersebut.

“Sekarang kumpulkan KTP,” perintah Emil. Para terapis yang sebagian berpakaian seksi tampak sibuk merogoh dompet. Mereka langsung memberikan KTP kepada orang nomor satu di Kota Bandung tersebut.

“Ini Pak,” ujar salah satu terapis berambut panjang.

“Di sini ada aktivitas berhubungan seksual dengan transaksi. Melanggar hukum. Jadi siapa yang melanggar hukum akan berhadapan dengan hukum,” ujar Emil menasihati mereka.

Emil bertopi hitam ini melihat satu persatu KTP para terapis. Tiba-tiba Emil mengerenyitkan dahi. “Ini dijilbab (foto KTP), sekarang enggak,” ucapnya.

Dia kembali memeriksa KTP. Kini Emil geleng-geleng kepala. “Ini ada lagi pakai jilbab. Kamu cerai?” kata Emil.

“Iya Pak,” jawab seorang terapis. Ada dua terapis yang di dalam foto KTP ternyata berjilbab.

“Cung yang sudah menikah,” ucap Emil sambil menghitung terapis yang angkat tangan berjumlah sembilan orang.

“Cung yang sudah cerai,” tanya Emil. Hampir semua terapis di ruangan tersebut mengangkat tangan kanannya. Lagi-lagi Emil geleng-geleng kepala.

“Kami korban lelaki,” teriak sejumlah terapis.

“Tolong pak Wali Kota, berantas semua laki-laki penyebab kami bekerja begini,” ujar salah seorang terapis.

“Kalian pulang karena tempat ini melanggar aturan digunakan asusila,” ujar Emil.

“Ini operasi tangkap tangan (OTT) kalian tak bisa mengelak, tertangkap berbuat mesum,” ujar Emil.

Mendengar ucapan orang nomor satu di Kota Bandung beberapa wanita berpakaian minim protes karena lokasi spa, terapis dan karoke yang dipakai asusila banyak.

“Pak kenapa hanya tempat kami yang digerebek, biar adil semua tutup,” ujar wanita yang mengaku bernama Tera.

Emil berjanji akan bersikap adil dan akan menertiban lokasi asusila lainnya.

 

Komentar Facebook

Lainnya