Pendidikan

Unggah Poster Pameran Bergambar Manusia Purba, Kemendikbud jadi Sasaran “Bully” Warganet yang Tidak Percaya Teori Evolusi

Poster pameran BPSMP Sangiran Pameran Warisan Dunia Jawa Tengah yang menampilkan manusia purba dan menjadi perbincangan netizen, Jakarta, Senin (21/8/2017). (Foto: dok. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan)

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menggungah poster melalui akun media sosialnya. Poster tersebut kemudian ramai diperbincangkan warganet. Kenapa?

Poster bertuliskan “Pameran Warisan Dunia Jawa Tengah – Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pameran Cagar Budaya”, dengan gambar manusia purba.

Kemendikbud mengajak warga Surakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi acara tersebut. Namun tak disangka, respons yang didapat dari warganet justru kurang mengenakkan.

Mereka kebanyakan mempersoalkan gambar manusia purba di poster tersebut dan mengaitkannya dengan teori evolusi Charles Darwin.

“Gimana sih pak. Ini poster apaan. Kan untuk pendidikan,” komentar pemilik akun Facebook Fitri Maryani.

“Kasihan Kemendikbud. Mau saja dibodoh-bodohin sama gambarnya teori Charles Darwin. Mikir. Jaman sudah modern lho,” komentar pemilik akun Asnardin.

Ada juga warganet yang menanyakan kesesuaian gambar manusia purba dengan tema pendidikan moral bangsa.

“Kegiatannya bagus. Cuma kenapa gambar kera diletakkan pada kegiatan pendidikan manusia? Apakah ini masuk juga pada ranah pendidikan moral bangsa?” tulis akun Luthfy Latuconsina.

Menanggapi respons warganet tersebut, Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran Sukronedi menjelaskan, pemilihan manusia purba sebagai gambar utama karena manusia purba yang ditemukan di Jawa Tengah, khususnya Sangiran, sudah menjadi warisan dunia.

“Di Indonesia ini kaya akan tinggalan cagar budaya yang tarafnya internasional. Seharusnya kita merasa bangga,” kata Sukronedi, kepada Kompas.com, Senin (21/8/2017).

“Dari populasi manusia purba yang ditemukan di dunia, sebanyak 50 persennya berasal dari Sangiran,” lanjut dia.

Mengenai gambar yang dianggap tidak sesuai tema, Sukronedi pun menjelaskan bahwa tujuan dari pameran tersebut supaya pengunjung pameran mendapatkan pengetahuan tentang kekayaan cagar budaya.
Dengan demikian, akan tumbuh kebanggaan atas apa yang dimiliki Indonesia.

Pameran tersebut, menurut Sukronedi, bertemakan warisan dunia yang ada di Jawa Tengah.

“Kita harus bangga karena peninggalan kita bukan hanya milik Indonesia, melainkan warisan dunia,” ujar Sukronedi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, pemilihan gambar manusia purba memang karena agenda ini merupakan kegiatan BPSMP Sangiran.

“Tentu saja yang ditampilkan adalah apa yang dilestarikan, bukan?” kata Hilmar kepada Kompas.com.

Situs Sangiran, menurut dia, sudah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Sangiran dinilai signifikan dalam membentuk pengetahuan tentang kehidupan purba di masa lalu.

“Semua manusia purba yang ditampilkan di gambar itu adalah hasil rekonstruksi para ahli dari bukti-bukti yang tersedia,” kata Hilmar.

 

Artikel Lain