Soal Pilkada, Nih Ada Kritikan dari Warga Papua untuk Masyarakat Jakarta

by
Suasana di TPS di Manokwari saat pengitungan suara untuk Pilkada Papua Barat

Jurnalindonesia.id – Meski Papua Barat menggelar pemilihan gubernur/wakil gubernur dalam Pilkada serentak 2017, masalah Pilkada Jakarta dan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok juga menarik perhatian sejumlah warga di Kabupaten Manokwari.

Beberapa warga mengatakan mereka melihat para pemilih di Jakarta masih banyak yang memilih calon berdasarkan agama dan bukan kinerja.

Seorang warga Manokwari Yason Sarwa mengatakan, hal itu berbeda dengan di Papua Barat: kinerja pasangan calon gubernur dan calon wakilnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan.

“Saya melihat Ahok kerjanya bagus hanya saja kok orang melihat agamanya. Di Papua tidak seperti itu, Jakarta harus belajar ke Papua, jika tidak terpilih di Jakarta, Ahok bisa membangun Papua,” kata dia sambil berseloroh.

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh warga Manokwari lain Sulaiman Wopairy.

“Di Papua Kami mendukung pesta (demokrasi) di Jakarta itu. Saya melihat Ahok itu kinerjanya bagus, saya melihat kinerja tidak melihat sisi lain juga agama,” kata pedagang sirih pinang ini.

Sulaiman Wopairy
Sulaiman Wopairy

Tajudin, Seorang warga Muslim di Manokwari mengaku banyak menyimak video rekaman pidato Ahok yang dipermasalahkan banyak pihak di berbagai daerah.

“Saya perhatikan itu kata per kata, terus fonem demi fonem, kalimat demi kalimat itu. Setelah saya analisa perkataannya tidak ada penistaan agama, kata jangan dibodoh-bodohi ( yang dikatakan Ahok) itu oleh sesama manusia bukan surat Al Maidahnya,” kata dia.

Iamengatakan juga ada surat yang menyebutkan bahwa harus berhubungan baik dengan sesama manusia bukan sesama Muslim saja.

Samuel Kirihio
Samuel Kirihio

Khawatir dampak ke minoritas

Perhatian sejumlah warga Papua Barat terhadap Ahok mulai terarah ketika Gubernur DKI Jakarta ini terkena kasus dugaan penistaan agama terkait pidatonya di Pulau Pramuka pada awal September lalu.

Seorang warga Manokwari, Samuel Kirihio mengatakan kedatangan ribuan orang dari berbagai daerah ke Jakarta hanya untuk berdemo melawan Ahok membuat dirinya yang merupakan penganut Kristen khawatir kehidupan minoritas di Indonesia semakin terancam.

“Pertama dia sebagai orang Kristen lalu didemo sana sini, sehingga kami melihat sebagai orang Papua, tak ada perlindungan terhadap orang Nasrani dalam negara ini,” jelas Samuel.

Dia mengatakan meski Papua dan Papua Barat, Kristen merupakan agama mayoritas tapi tetap bebas mendirikan masjid.

“Kami yang mayoritas di Papua ini bebas saja membolehkan pembangunan masjid, tapi kenapa kok di Jakarta atau Jawa sulit sekali minoritas beribadah bahkan ada yang di jalan-jalan,” kata dia.

Dalam Pilkada Jakarta sentimen keagamaan dinilai sangat kental mempengaruhi pemilih.

 

BBC