Ekonomi dan Bisnis

Soal Kebijakan “BBM Satu Harga” di Papua, Fadli Zon: Bagus, Asal Jangan Pencitraan Saja

Fadli Zon
Fadli Zon

Jurnalpolitik.com – Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menetapkan “Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga” di Provinsi Papua dan Papua Barat. Jadi, mulai saat ini masyarakat di Tanah Papua tidak lagi harus membeli bahan bakar minyak (BBM) dengan harga sangat mahal hingga Rp 100 ribu per liter.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengapresiasi langkah Jokowi tersebut. Hanya saja politikus Gerindra itu meragukan apakah kebijakan itu benar-benar terlaksana di lapangan atau tidak.

Fadli mencontohkan pada soal harga daging sapi. Jokowi, lanjut Fadli, menginginkan harga daging per kilogram tidak lebih dari Rp 80.000. Tapi fakta di lapangan tetap saja sekilo daging sapi di kisaran Rp 100-120.000.

“Ini tentu upaya menetapkan sesuatu harga, intervensi terhadap pasar. Saya kira bagus, tapi berapa lama tahannya?” kata Fadli Zon di kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (19/10).

“Sekarang mau menetapkan harga BBM sama. Coba dilihat nanti, berapa lama tahan? seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan? kita buktikan, bener bisa? Jangan-jangan cuma pencitraan saja. Bulan depan harganya kembali lagi,” sindirnya.

Meski demikian, tambah Fadli, niat pemerintah sudah bagus dan Ia menyatakan setuju dengan apa yang dilakukan di Papua dan Papua Barat. Walaupun nantinya terjadi kenaikan subsidi BBM berkaitan transportasinya.

“Saya sih dari sisi kebijakan itu setuju sekali. Karena ini akan mempermudah masyarakat Papua untuk mendapatkan BBM dengan harga terjangkau,” pungkasnya. (Baca: Harga BBM di Papua Resmi Rp 6.450, Pertamina Mengaku Rugi 800 M)

Artikel Lain