Sidang ke-4 Kasus Ahok: Gusjoy Dihadirkan Sebagai Saksi untuk Bilang ‘Saya Lupa’

by
Sidang Ahok
Sidang Ahok (Foto: Pool/Irwan/detikcom)

Jurnalindonesia.id – Sidang ke-4 kasus dugaan penistaan agama atas terdakwa Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadirkan Gusjoy Setiawan sebagai saksi dari pihak pelapor.

Saat bersaksi di sidang yang berlangsung di gedung Kementan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017) itu, Gusjoy beberapa kali mengaku lupa ketika ditanya oleh pengacara Ahok. Bahkan pertanyaan soal tahun kelulusan SD-nya pun tidak mampu dia jawab.

Pengacara Ahok mencecar Gusjoy soal kesaksiannya di BAP. Dan Gusjoy hanya menjawab tidak ingat.

“Di BAP ada kata ‘pakai’, di laporan tidak ada kata ‘pakai’. Apa ada kaitannya dengan Buni Yani?” tanya pengacara Ahok.

“Saya tidak tahu dengan Buni Yani. Saya lupa,” jawab Gusjoy.

Pengacara Ahok juga mengorek kembali isi BAP Gusjoy soal makna tersurat dan tersirat serta aspek semantik dan linguistik. Namun, lagi-lagi jawabannya sama.

“Saya lupa, saya tidak bisa menjawab,” kata Gusjoy.

Hingga akhirnya, salah satu pengacara Ahok, yaitu Sirra Prayuna, menggali ke hal yang dasar, yaitu kelulusan sekolah. Ternyata Gusjoy juga lupa.

“Apa saksi lupa tahun kelulusan SD, SMP, SMA seperti butir 3 saksi? Benar lupa atau apa?” tanya Sirra.

“Waktu saya di-BAP saya lupa. Sekarang juga lupa,” ujar Gusjoy.

Pengacara Ahok kemudian mengingatkan bahwa kesaksian palsu di sidang bisa dipidana. Di sidang, pengacara Ahok juga menggali latar belakang Gusjoy sebagai advokat karena dia pernah mendukung salah satu cagub DKI bersama Koalisi Advokat Rakyat.

Gusjoy mengaku dia adalah advokat. Pengacara Ahok kemudian masih mencecar soal jabatan Gusjoy dan dia mengatakan belum pernah disumpah sebagai advokat.

“Belum disumpah,” jawab Gusjoy.

Kesaksian Gusjoy itu juga diceritakan ulang oleh kakak angkat Ahok, Andi Analta Amir. Andi menjelaskan Gusjoy kerap menjawab lupa saat ditanyai mengenai riwayat hidupnya. Andi meragukan kapasitas Gusjoy sebagai saksi.

“Mungkin ada hal kapabilitas salah seorang saksi bahwa dia kerap lupa, lupa, lupa. Itu saksi ketiga Gusjoy. Kan umum, karena masalah riwayat hidup harus dijelaskan. Misalkan lulusan SD tahun berapa, SMP tahun berapa, dia bilang lupa. Artinya semua pertanyaan 75 persen lupa, untuk masalah riwayat hidup,” ujar Andi.

“Iya karena mungkin dari fakta, diperlihatkan kok dia mengaku sebagai advokat, padahal dilantik pun belum,” sambungnya.