Kriminal, Nasional

Santri Dimas Kanjeng Sebut Gurunya Sekarang di Mekkah, yang Polisi Tangkap adalah Bayangannya

dimas kanjeng
Sri Raja Anom Rajasa Nagara saat hendak melantik Tim Sultan Padepokan Kanjeng Dimas. (foto: andi sirajuddin/ BANGSAONLINE)

Jurnalindonesia.id – Meski sudah ditangkap aparat kepolisian, namun para santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, Jawa Timur punya keyakinan sendiri. Yang ditangkap dianggap bukan Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang asli.

Lantas ke mana Dimas Kanjeng Taat Pribadi? Para santri menyakini jika sang guru yang dikenal bisa melipatgandakan uang sedang menunaikan ibadah haji.

Bahkan ribuan santri masih memilih bertahan di tenda-tenda yang berdiri di sekitar Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Desa Wangkal, Kecamatan Gading.

Upaya polisi yang meminta agar para santri pulang tak diindahkan. Isu yang diterima santri bahwa yang ditangkap polisi dan ditahan di Polda Jatim sosok ghaib atau bayangan Dimas Kanjeng.

Sedangkan Dimas Kanjeng yang dianggap maha gurunya masih bebas di luar sana. Bahkan para santri juga tidak percaya jika Dimas Kanjeng dituduh terlibat pembunuhan yang membuatnya harus berurusan dengan polisi.

Itulah yang diyakini seorang santri yang bertahan di padepokan, Tugino (52) asal Sragen-Jawa Tengah. Ia mengaku jika pria yang dianggap maha gurunya itu saat ini dalam kondisi baik, tidak ditahan di Mapolda Jatim.

“Yang ditangkap itu bayangannya. Guru besar kami sedang menunaikan ibadah haji di Mekkah, beliau baik-baik saja di sana. Kami semua di sini menunggu kedatangan beliau sampai kembali memimpin padepokan,” kata Tugino (52) kepada wartawan saat di tenda padepokan dengan pengawasan polisi.

penggerebekan padepokan kanjeng dimas

Susana penggerebekan Padepokan Dimas Kanjeng di Kabupaten Probolinggo. Sekitar 600 pasukan gabungan diterjunkan.

Tugino maupun santri lainnya bersikukuh tidak percaya jika yang ditangkap Dimas Kanjeng. “Kami sangat yakin kalau guru kami sebelum ada peristiwa penangkapan itu, sudah berada di tanah suci Mekkah. Jadi tidak usah tanya masalah itu lagi mas,” tandas Tugino, Minggu (25/9/2016).

Namun Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo Bustomi menegaskan jika dua kloter haji dari wilayahnya, tidak tercantum nama Taat Pribadi sebagai jamaah haji tahun 2016.

“Kemarin Sabtu (24/9) kita cek namanya tidak terdaftar di Kemenag Kabupaten Probolinggo untuk jamaah haji tahun 2016. Yang mengatakan dia ada di Mekkah hanya isu belaka. Mungkin hanya orang-orang yang mempercayainya, tergantung keyakinan masing-masing,” tambah Bustomi saat dihubungi.

 

Komentar Facebook

You Might Also Like