Nasional, Urban

Posting Tarif Pembuatan/Perpanjangan SIM, Akun FB Humas Polri jadi Bahan Tertawaan

divisi humas polri

Jurnalindonesia.id – Postingan admin akun Facebook Divisi Humas Polri dibanjiri komentar miring netizen.

Apa yang diposting?

Postingan akun Humas Polri tersebut adalah soal tarif pembuatan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM). Tarif yang diposting Humas Polri ini menjadi bahan tertawaan banyak netizen karena dinilai tak sesuai dengan kenyataan.

Beberapa netter kemudian menyampaikan pengalaman mereka yang harus membayar dua bahkan empat kali lipat dari tarif sebenarnya.

“Samsat cikarang 500an pak,” tulis akun Damen Karo-karo.

Sementara akun dengan nama Cah Bagus,“Saya perpanjang sim A ke B1 850 sma perpanjang sim c 150 total 1jta,blum cek kesehatan 50 rbu.”

“Kenapa kalau di Kabupaten Bandung bisa 700 sampai 800 dan banyak berkeliaran biro jasa,” imbuh akun Mahmud Saputra.

“Ini baru di reales pak?kemarin saya perpanjang sim c 160rb kurang lebih,” tulis Sigit Priono.

“Sy perpanjang sim c sebelum jatuh tempo d outlet plaza tasikmalaya 300.000,” tambah Aluzni Adi Nugraha.

Mirip yang dialami akun Wholand Darma Yanti,”Gua perpanjangan malah 350rb. Tapi di nota 75rb.”

Kalau akun Erwin Ramadhan Piter menulis,” Sy mau bikin sim baru krna telat perpanjang sim lama sy,mlh kena di minta 850 rb .akhirny sy tunda dulu.”

“Saya perpanjangan sim c kena 175rb. Udah saya jelaskan, petugas 86 nya tetep kagak mau terima Bos…” tulis Yudo Purnomo.

Masih banyak komentar-komentar miring seperti itu.

Meski demikian, dengan sabar Admin FB Divisi Humas Polri tetap berikan jawaban satu persatu.

“Jika ada penyimpangan dilapangan yang dilakukan oleh oknum anggota Polri, Mitra Humas bisa langsung melakukan pengaduan di Sie Propam Polres setempat, Bidpropam Polda Setempat atau Divpropam Polri www.propam.polri.go.id,” tulisnya.

Di beberapa komentar miring lainnya admin juga membalas.

“Kami berharap masyarakat bisa mengawasi kinerja Polisi, jika ada yang tidak sesuai prosedur, tanyakan…”

“Jika ada yang tidak sesuai prosedur namun masih berjalan, laporkan melalui prosedur yang telah kami sebutkan.”

“Kami mengawasi masyarakat yang melanggar hukum dan menimbulkan keresahan dalam masyarakat, sebaliknya masyrakat mengawasi Polisi yang bekerja tidak sesuai prosedur dan ketentuan.”

Tulis admin Divisi Humas Polri.

Balasan lainnya soal apa yang harus disiapkan saat melapor, admin juga menulis.

“Mengenai lapor harus ada bukti dan saksi, itu sama halnya dengan misal ada seseorang yang melaporkan pak Beni Parmedi (nama sebuah akun) mencuri, tidak mungkin kami tiba-tiba langsung menangkap bapak hanya berdasarkan laporan tersebut tanpa adanya kedua unsur tersebut terpenuhi. Mari tahu aturan dan taat aturan…trimksh,” tulis admin.

Tak hanya jawaban serius, admin Divisi Humas Polri juga mencoba membalas dengan gaya kocak.

“Klo segitu sim nya ngk jdi2,bisa 10x tes dan akhirnya gagal jga birokrasi jujur itu masih jrng dinegri ini,” tulis akun Chairiza Adelia.

Divisi Humas Polri membalas,“Itu artinya, ibu harus siap untuk melaksanakan ujian kembali. Semangat ya bu.”

Dugaan pungli pada warga pembuat atau akan memperpanjang SIM menjadi masalah serius bagi Kepolisian di Indonesia.

Postingan ini mengindikasikan adanya upaya tak jujur oknum polisi yang bertugas untuk mendapatkan uang lebih.

 

Komentar Facebook

Lainnya